Peluang Institute Pendidikan Vokasi di Era 4.00

Author : Humas | Kamis, 04 Oktober 2018 15:36 WIB
 

Menyambut revolusi industry 0.4, keahlian khusus dibutuhkan seseorang dalam menghadapi globalisasi, khususnya dalam dunia perdagangan, utamanya untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal ini yang membuat kursus-kursus singkat mulai dari bartender, koki, hingga make up artis menjadi serbuan para anak muda hingga ibu-ibu rumah tangga.

Staf Ahli Bidang Inovasi dan Daya Saing Ir. Ananto Kusuma Seta M.Sc, PhD menyampaikan fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dibelahan dunia lain. Hal ini menurut Ananto, dapat menjadi sebuah peluang bagi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendirikan Institut Pendidikan Vokasi (IPV).

Selain alasan tersebut, Ananto juga menyampaikan bahwa saat ini berdasarkan survey yang dilakukan, ada sebanyak 20 Ceo Top Indonesia mengaku tidak mendapatkan lulusan Perguruan Tinggi sesuai dengan apa yang dikehendaki. Ini sangat disayangkan, karena berarti hanya sedikit dari lulusan yang bekerja sesuai dengan bidangnya.

“Ini menjadi pengantar untuk kita mendirikan Institute Pendidikan Vokasi UMM dengan tagline Creating moment,  progressing talent. IPV ini nantinya memiliki visi pelopor dalam pemajuan talenta,”ujarnya pada Lokakarya Pendidikan Vokasi “Tantangan dan Prospek Pendidikan Vokasi pada Perguruan Tinggi di UMM, (3/10).

Menguatamakan kualitas lulusan, nantinya IPV UMM direncanakan akan mengangkat tata CREATIVE yakni Care,  Religious,  Entrepreunersh,  Agile,  Teamwork, Inovative, Visionary dan Exellence.

“Alasan lainnya kita betul-betul ingin memanfaatkan Industri 4.0. Kedua menurunkan angka pengangguran, ketiga meningkatkan daya saing global, memanfaatkan bonus geografi, bonus demografis kita harus diubah dari yang konsumtif jadi produktif serta kelima meningkatkan eksport tenga kerja terampil. Ini seperti kerjasama kita dengan Jepang itu,"tambahnya.

Nantinya IPV akan melayani berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum dewasa, anak-anak lulusan SMA/SMK dan jug civitas akadenika UMM sendiri. “Nantinya mereka akan mendapatkan kecakapan lulusan berupa soft skill,  jiwa kreatif dan entrepreuner,  berketrampilan jamak, adaptif dan pembelajaran sepanjang hayat serta  global citizenship,”katanya.

Direncanakan menyediakan pendidikan yang terus beririsan dengan kemajuan zaman, IPV sesuai rencana akan memiliki 5 sekolah dengan berbagai bidang peminatan, sekolah disain dan media misal program peminatan interaktif disain, sekolah TIK dan elektronika, sekolah bisnis dan manajemen, sekolah kesehatan dan hospitality misal dengan peminatan halal pastry dan baking dan sekolah agribisnis misal peminatan landscape. “ Sehingga nantinya anak itu punya disain masa depan sesuai dengan passionnya sendiri,” tambah Ananto.

Selain didisain istmewa dalam kurikulumnya, IPV nantinya direncanakan juga sebagai kampus dengan multi stakeholder,  integrated facilities,  e-Manajemen,  dan Green Environment dengan menggunakan semua yang serba canggih dengan less paper.

“Nanti bisa juga bekerjasama dengan kampus Singapura misalnya.  Disana kan kekurangan mahasiswa.  Ini bisa kita ajak kerjasama. Misalnya mereka mengirimkan dosen untuk mengajar vokasi disini,” pungkasnya.(sil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image