Indonesia English Arabic

Nobar Gerhana Bulan via Astrofotografi Jadi Edukasi Bagi Masyarakat

Author : Humas | Rabu, 09 Agustus 2017 06:05 WIB

Berita UMM

Tim dari Fakultas Agama Islam saat mempersiapkan peralatan pengamatan. (Chandra/Humas) 

MENYAKSIKAN gerhana bulan melalui astrofotografi bersama warga Malang menjadi tradisi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Hal ini disebut Kepala Badan Pemakmuran Masjid AR Fachruddin UMM Syamsurizal Yazid diharapkan dapat menjadi edukasi bagi masyarakat. “Proses pengamatan Bulan via Astrofotografi selalu digelar UMM pada kesempatan gerhana lainnya,” kata Syamsurizal. 

Termasuk, pada momen Gerhana Bulan Parsial yang terlihat di langit Malang Selasa (8/8) dini hari. Warga Malang khususnya masyarakat di sekitar UMM berkesampatan menyaksikan langsung fenomena alam ini di Masjid AR Fachruddin UMM selepas menggelar shalat gerhana bulan berjamaah atau Shalat Khusuf yang dimulai pukul 00.30 WIB dini hari.

Diterangkan Ketua Program Studi Ahwal Syakhsiyah Fakultas Agama Islam (FAI) UMM Idaul Hasanah, astrofotografi merupakan jenis khusus fotografi yang digunakan untuk merekam gambar objek astronomi dan area luas dari langit malam hari. Dalam konteks gerhana, astrofotografi digunakan sabagai teknologi khusus untuk riset antariksa.

Terkait peristiwa gerhana bulan sebagian ini, kata Idaul, hal itu terjadi akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan. “Peristiwa gerhana Bulan akan terjadi pada fase purnama dan bisa diprediksi,” jelasnya.

Adapun fase gerhana sebagian ini berlangsung selama 1 jam 56,6 menit. Sementara awal kontak Gerhana pada pukul 00:22:55 WIB dan akhir kontak Gerhana pada pukul 02:18:10 WIB. “Selain di Indonesia, gerhana ini juga bisa dilihat di Samudera Pasifik serta di bagian Timur Asia dan Australia saat bulan terbenam.”

Berdasarkan rilis website resmi Badan Meteorologi dan Geofisika, pada tahun 2017 diprediksi terjadi empat kali gerhana, antara lain, pertama Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 11 Februari 2017 yang dapat diamati dari Indonesia bagian Barat, Gerhana Matahari Cincin (GMC) 26 Februari 2017 yang tidak dapat diamati dari Indonesia, Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 7-8 Agustus 2017 yang terjadi malam tadi, dan Gerhana Matahari Total (GMT) 21 Agustus 2017 yang tidak dapat diamati di wilayah Indonesia. (can/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image