Mulai Hari Ini, 96 Tim Sepak Bola U-11 Se-Jawa Bali dan Indonesia Timur Berlaga di Piala Rektor UMM 2018

Author : Humas | Jum'at, 19 Oktober 2018 10:23 WIB
Salah seorang pemain tengah berlatih jelang kompetisi. (Foto: Aan/ Humas UMM)
SEPAK BOLA adalah salah satu cabang olahraga atletik yang sangat digandrungi oleh segala macam usia dan suku bangsa. Sering kita saksikan pula, sepak bola berhasil menyatukan perbedaan. Berangkat dari hal itu, dalam rangka menanam benih rasa persatuan sejak dini, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan Kompetisi Sepakbola U-11 Piala Rektor UMM 2018. Perhelatan ini dilaksanakan mulai hari ini, Jumat hingga Minggu (19-21) Oktober 2018 di Stadion UMM.
 
Menurut ketua pelaksana, Dr. Haris Tofly, S.H., M.Hum., kelompok usia sebelas tahun sengaja dipilih untuk memberikan wadah pengembangan potensi sepak bola. Banyak Sekolah Sepak Bola di penjuru nusantara yang juga membina kelompok umur sebelas tahun. Sejak dibuka hingga ditutupnya pendaftaran kompetisi, terhitung sudah 96 club mendaftarkan diri. Mereka berasal dari Sekolah Sepak Bola/ Akademi/ Diklat Sepakbola se-Jawa Bali dan Indonesia Timur
 
“Universitas Muhammadiyah Malang merupakan instansi perguruan tinggi yang memiliki tanggung jawab terhadap kemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara tak tekecuali lewat sepakbola. UMM yang dalam hal ini memiliki sarana prasarana yang memadai setidaknya harus mampu berperan dalam memajukan sepakbola Indonesia,” terang Haris saat diwawancarai di ruangannya, Kamis (18/10) siang.
 
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), sambung Haris, sebagai wadah organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia, memiliki tanggung jawab mutlak terhadap kemajuan dan perkembangan sepakbola tersebut. Cita-cita mulia mewujudkan sepakbola yang maju dan berprestasi kadangkala terhambat akibat kebijakan yang kurang tepat dari sebagian pengurus PSSI sendiri.
 
“Padahal, sejatinya sepakbola dapat mempersatukan berbagai elemen bangsa yang beraneka ragam. Tugas seperti ini hanya dapat dicapai dengan maksimal bila terorganisir dengan baik. Keberadaan roda kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya adalah terbentuknya Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang tangguh,” ungkap dosen Fakultas Hukum ini.
 
Keberadaan roda kompetisi merupakan faktor utama dalam peningkatan prestasi sepakbola Indonesia yang muaranya adalah terbentuknya Tim Nasional Sepakbola Indonesia yang tangguh. Kompetisi berjenjang, tegas Haris, merupakan salah satu langkah yang bisa dilakukan seluruh stakeholders dalam memajukan sepakbola Indonesia tanpa menunggu hadirnya kompetisi dari PSSI.
 
Untuk itulah, lanjut Haris, diperlukan sebuah kompetisi ataupun turnamen sepakbola yang sportif, ramah dan damai. Adapun kompetisi atau turnamen semacam ini sekaligus menunjukkan kepedulian dan keseriusan berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan masyarakat yang sehat. 
 
“Sekaligus mensukseskan apa yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia yaitu, memasyarakatkan Olahraga dan mengolahragakan masyarakat dalam rangka mewujudkan manusia yang sehat jasmani dan rohaninya,” pungkasnya. (mir/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image