Mobil KaCa UMM Sambangi Lapas, WBP Sampai Minta Tunda Pengembalian Buku

Author : Humas | Jum'at, 15 Februari 2019 19:02 WIB
Antusiasme WBP membaca buku koleksi Mobil KaCa UMM. (Foto: Mirza/Humas)

GILIRAN Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Klas II A Sukun, Kota Malang jadi sasaran kegiatan literasi Mobil Kamis Membaca (KaCa) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (15/2) lalu. Kegiatan ini terselenggara melalui kerjasama mahasiswa praktikum kelembagaan program studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMM.

Kehadiran Mobil KaCa UMM menjadi daya tarik tersendiri bagi para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Seperti kata salah satu WBP, Yeni Puji Lestari. “Separuh dari warga binaan di sini senang membaca. Selain sebagai pengisi kekosongan juga menjadi sumber informasi. Mungkin bisa sering-sering diadakan,” ungkapnya.

Ketersediaan buku di perpustakaan Lapas yang terbatas membuat penghuni merasa bosan. Terlebih, buku-buku yang tersedia merupakan terbitan-terbitan lama dan usang. Kedatangan Mobil KaCa di Lapas ini, kata Yeni, cukup mengobati penantian para WBP pada buku-buku baru. Juga, meng-update setiap perkembangan di dunia luar.

Baca juga: Berlaga di Italia, Atlet Karate UMM Sumbang Emas Bagi Indonesia

Salah satu mahasiswa UMM mengajarkan tari kepada para WBP. (Foto: Mirza/Humas)

“Melihat antusiasme mereka terhadap bahan bacaan dan juga keluhan mereka yang hanya dibatasi waktu membaca, kami meminjamkan buku-buku untuk mereka baca dalam beberapa hari. Kesepakatannya, saat dikembalikan mereka wajib mereview hasil bacaannya,” tutur Ridlo Setyono, S.Pd. selaku koordinator Mobil KaCa UMM.

Ada sekitar 456 koleksi buku yang terdiri dari novel, buku keagamaan, ensiklopedi dan lainnya. Bagian belakang mobil juga dilengkapi LED monitor yang dapat menampilkan film-film edukatif. Tak hanya kegiatan membaca dan menonton saja, mobil pintar ini turut serta mengajarkan tari, juga mengenalkan permainan tradisional.

Baca juga: Prodi Keperawatan UMM 3 Besar Uji Kompetensi Ners Jawa Timur

Kedepannya, target Mobil KaCa UMM tak hanya mengunjungi sekolah dan tempat khusus. Sehingga kegiatan literasi bisa dirasakan manfaatnya ke semua lapisan. Termasuk di wilayah Malang Raya, juga Indonesia secara umum. Tak menutup kemungkinan Mobil Kaca akan mengaspal ke wilayah terdampak bencana.

”Kami senang k