Mobil Kaca UMM Perkaya Literasi Anak-anak Didik Pondok Sinau Kepanjen

Author : Humas | Kamis, 18 Oktober 2018 10:49 WIB
Anak-anak Pondok Sinau, Desa Mojosari, Kepanjen antusias bermain Rangkuh Alu, salah satu permainan tradisional daerah Nusa Tenggara Timur. (foto: Mirza/Humas UMM)
MOBIL Kamis Membaca (Kaca) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kali ini mampir di Pondok Sinau, Desa Mojosari, Kepanjen, Kamis (18/10) sore. Pondok Sinau besutan dosen program studi (prodi) Kesejahteraan Sosial Hutri Agustino ini mempunyai banyak program sosial. Utamanya kegiatan literasi.
 
Rutinitas anak-anak di Pondok Sinau sangat beraneka ragam. Mulai dari membaca buku hingga mengaji. Mobil Kaca datang untuk memperkaya literasi anak-anak. Saat Mobil Kaca datang, anak-anak usia sekolah dasar tersebut riang menyambut. Selain menyasar anak-anak, pembinaan juga dilakukan ke ibu-ibu rumah tangga, hingga lanjut usia.
 
Sesi pertama dimulai dengan mendengarkan dongeng. Anak-anak begitu antusias mendengarkan kisah dari Si Pendongeng. Suasana kadang menjadi hening seketika, kemudian tiba-tiba pecah disusul dengan gelak tawa. Saking serunya, setelah sesi dongeng berakhir, semuanya meminta didongengi lagi.
 
Selain dibacakan dongeng, anak-anak diajari permainan tradisional serta disediakan bahan bacaan khusus anak-anak. Tak kalah menarik, kegiatan menonton film juga menarik antusiasme anak-anak. Melalui menonton film, anak-anak dapat belajar dari keteladanan Nabi dan Rosul dengan suasana yang menyenangkan.
 
Minimnya tayangan yang kurang mendidik di televisi, menjadikan Mobil Kaca sebagai alternatif pendidikan melalui tayangan film. "Seandainya saja pondok sinau punya mobil yang seperti ini, pasti anak-anak tambah betah setiap hari main ke sini. Gak pulang-pulang," kata Hutri di sela-sela kegiatan.
 
Untuk sesi permainan tradisional, tim mobil kaca mengenalkan permainan khas daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Rangkuh Alu. Permainan ini berhasil membuat suasana menjadi lebih meriah. Selama ini anak-anak hanya tahu Rangkuh Alu dari pelajaran di sekolah, namun belum pernah langsung memainkannya. (mir/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image