Menteri PUPR Ajak Wisudawan UMM Tingkatkan Pembangunan Infrastruktur Menuju Indonesia Maju

Author : Humas | Sabtu, 25 Agustus 2018 15:39 WIB
Rektor UMM Fauzan menyerahkan lukisan foto diri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono
 
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar perhelatan Wisuda ke-89 Periode III tahun 2018 pada Sabtu (25/8). Sebanyak 2.153 wisudawan yang terdiri dari lulusan Diploma III;  Sarjana  Strata I; Sarjana Strata II; Doktor Strata III dan Program Profesi diwisuda pada periode ini. Hadir pada wisuda kali ini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Mochamad Basuki Hadimuljono memberikan orasi ilmiah mengenai pembangunan infrastruktur untuk Indonesia maju.
 
Dalam paparannya, Basuki menyampaikan bahwa pemerintah sedang bekerja keras untuk membangun Indonesia Maju. Banyak program infrastruktur pemerintah yang dibangun untuk memperkokoh pondasi bagi lompatan kemajuan. Infrastruktur yang dibangun pun tidak hanya untuk pembangunan ekonomi saja, tetapi juga demi pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan.
 
Sejalan dengan hal tersebut, Basuki mengajak kepada para wisudawan untuk melanjutkan dan meningkatkan capaian menuju Indonesia Maju yang semakin kokoh saat ini. “Saya yakin, dengan bermodalkan pondasi kemajuan yang diletakkan dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia akan melakukan lompatan kemajuan. Lompatan tersebut terletak pada daya juang, kreativitas dan dedikasi dari generasi muda seperti wisudawan dan wisudawati yang hadir,” tuturnya.
 
Selain itu, Basuki juga menyampaikan bukan hanya membawa Indonesia yang maju, para generasi muda bangsa juga harus turut serta membangun dunia Islam yang maju. “Sebagai negara muslim terbesar di dunia, mari tunjukkan bahwa kita bisa berbuat banyak dan mampu menjadi rujukan kemajuan bagi negara-negara muslim. Kita layak menjadi pemimpin negara-negara Muslim dan saya yakin kita bisa,” ujar Basuki.
 
Berbagi motivasi dihadapan para wisudawan, pria penuh prestasi di bidang infrastruktur tersebut juga menyampaikan beberapa corporate culture insan pekerjaan umum dan perumahan rakyat yang dapat menjadi inspirasi para wisudawan. Diantaranya adalah insan harus memiliki akhlakul karimah, menanamkan jiwa profesionalisme, menambah bekal ilmu dan pengetahuan serta memiliki jiwa seni untuk menumbuhkan keberanian. Dengan ini, lulusan UMM dapat memiliki kepedulian pada lingkungan sekitar.
 
“37 tahun lalu saya diwisuda seperti Saudara. Jadi 30 tahun lagi Saudara harus berada disini  (podium.red) untuk menggantikan saya, Bapak Malik Fadjar atau Mendikbud Muhadjir Effendy. Masa depan Indonesia di pundak Saudara-saudara. Inilah saatnya Saudara bersimpuh kepada Ibu Pertiwi, berjanjilah untuk memberikan yang terbaik untuk Indonesia tercinta,”serunya.
 
Usai menyampaikan paparannya, Basuki bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajir Effendy, Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) UMM Malik Fadjar dan  Kepala Satuan Kerja Pengembangan Perumahan Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Bisma Staniarto meninjau lokasi rencana pembangunan Rumah Susun Sederhana Mahasiswa (Rusunawa) di Rumah Sakit (RS) UMM ditemani oleh Djoni Djunaedi selaku Direktur Rumah Sakit UMM. 
 
Pembangunan rusunawa yang tengah berlangsung hingga Desember mendatang mendapat sambutan yang baik dari semua pihak. Dalam sambutannya pada peletakkan batu pertama di lokasi pembangunan Basuki menyampaikan bahwa kualitas pendidikan harus diiringi dengan pembangunan berkelanjutan. Dan UMM menjadi pihak yang telah turut serta mewujudkan hal tersebut. “Ini prestasi bersama yang harus kita dukung, semua prasarana pendidikan untuk mencapai mutu yang baik termasuk yang akan dibangun ini,” tambahnya.
 
Rusunawa ke 3 UMM yang akan dibangun saat ini adalah rusunawa Tipe 24 yang memiliki empat lantai dengan kapasitas 196 mahasiswa. Pembangunan rusunawa ini akan rampung pada awal Desember tahun ini yang artinya lebih cepat tiga minggu dari perencanaan yang ditetapkan.
 
Sementara itu Rektor UMM Fauzan menyampaikan bahwa para wisudawan periode ini telah diasah baik dari sisi skill dan soft skill. Hal ini hendaknya dapat menjadikan mereka  mampu memainkan peran dimasyarakat dan berkompetisi dengan yang lain. “Jadikan ini sebagai bekal awal untuk berkompetisi di tengah-tengah persaingan global,”tegasnya. (Humas UMM)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image