Menolak Senjakala, Mahasiswa UMM Tetap Kekeuh Jadikan Koran Bacaan Utama Masyarakat

Author : Administrator | Sabtu, 12 Januari 2019 15:57 WIB
Para mahasiswa yang mendapat sejumlah kategori koran terbaik. (Foto: Mirza/Humas)
DI TENGAH kemunculan berbagai platform media massa di era digital, tak lantas menyurutkan sekelompok mahasiswa ini untuk tetap memproduksi media tradisional. Meski media massa cetak digadang tak lagi diminati, mereka tetap kekeuh mengkampanyekan koran sebagai bahan bacaan utama masyarakat. 
 
Untuk pertama kalinya Peluncuran Koran dan Penganugerahan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Jurnalistik diadakan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Sabtu, (12/1) di Auditorium BAU Kampus III UMM. 
 
Di penganugerahan ini terdapat 11 nominasi yang disabet beberapa kelompok. Melalui Dr. Dra. Hj. Sugiarti, M.Si., Ketua Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UMM menyebut, “Setiap mata kuliah jurnalistik outputannya adalah koran,” jelasnya. Koran, katanya, masih menjadi media penyampai informasi efektif di Kota Malang.
 
Dijelaskannya, koran ternyata masih diminati kelas masyarakat tertentu. Nyatanya, piranti siaran informasi umum yang mulai diperkenalkan pada tahun 1960 oleh Benjamin Harris –tokoh yang mengawali penerbitan surat kabar Amerika yang pertama- ini masih diminati. “Terkhusus bagi usia 40 tahun ke atas,” ujarnya.
 
Pada penganugerahan ini, Sugiarti mengaku takjub dengan mahasiswanya. Menurutnya, penganugerahan ini sebagai bentuk apresiasi setinggi-tingginya bagi kerja keras selama 6 bulan berproses. “Dengan diberikannya ruang kreasi yang luas, mereka dapat mengeskplorasi kemampuan secara optimal,” ungkapnya bangga.
 
Selain itu, proyek pengerjaan koran yang dilakukan selama 1 semester ini juga tidak hanya belajar tentang liput-meliput. Namun juga manajeman media massa, distribusi hingga pemasarannya dilakukan secara profesional. “Lengkap! Banyak sekali bagian agar para mahasiswa memilih sesuai minatnya,” kata Sugiarti. 
 
Menariknya, Komisaris Harian Malang Post Husun N. Djuraid turut mendampingi langsung mahasiswa ini dalam pengelolaan media massa cetak. Mulai dari ilmu memimpin perusahaan media, menjadi pemimpin redaksi, manajer keuangan, manajer periklanan, manajer pemasaran, hingga mencari berita langsung di lapangan. 
 
Salah satunya Koran Saskara, surat kabar setebal 12 halaman ini berhasil merekam berbagai cerita unik nan inspiratif dari berbagai sudut di Malang Raya. Tak hanya kisah kesuksesan wirausaha mahasiswa, redaksi Saskara juga menyajikan berbagai ulasan mendalam seputar pendidikan, sosial, budaya, hingga dunia kesehatan.
 
Tak hanya itu, koran ini juga membuka jasa iklan secara profesional. Seperti layaknya pengelolaan profesional, jasa iklan yang masuk dijadikan pembiayaan operasional prototype media yang mereka jalankan. Sugiarti berharap, pengalaman ini dapat dijadikan pelajaran berharga untuk terjun di dunia media sesungguhnya.  
 
Hal lain yang tentu didapatkan dalam proyek ini adalah kemampuan berkomunikasi. Meliput berita tentu harus tahu cara berkomunikasi dengan baik. Selain itu tak tanggung-tanggung, koran yang diterbitkan terbatas ini dijual secara mandiri. Sehingga, juga dapat dinikmati masyarakat Kota Malang secara luas. (mir/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image


1