Membanggakan! Alat Tyrender Karya Mahasiswa UMM Sabet Bronze Medal di Seoul International Invention Fair 2018

Author : Humas | Rabu, 12 Desember 2018 13:13 WIB

 

Haryo tersenyum sumringah usai menerima bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. (Foto: Istimewa)
HARYO Widya Darmawan, mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) meraih bronze medal dan Special Award of Association Polish Inventors and Rationalizers di Seoul International Invention Fair (SIIF) 2018. Tyrender, alat penurun temperatur ban mobil pengangkut barang karya mahasiswa semester 7 ini, memenangi ajang inovasi bergengsi tingkat dunia. 
 
"Saya senang dan bahagia bisa mendapat apresiasi di ajang Internasional. Juga membanggakan orang tua dan kampus," ujar Haryo. Haryo mengikuti SIIF pada 6-9 Desember lalu di Seoul, Korea Selatan. Ada 600 lebih Inovasi baru dari 30 lebih negara yang mengikuti ajang itu. Inovasi Haryo dilirik oleh hampir 40 ribuan pasang mata yang terdiri dari peserta, pembeli, dan investor seluruh dunia. 
 
Haryo menerangkan, alat Tyrender buatannya merupakan sebuah alat penurun temperatur gesekan pada ban. “Alat ini untuk menurunkan temperatur berlebih yang timbul akibat gesekan ban dengan permukaan jalan. Fungsi finalnya, untuk memperpanjang usia ban,” ujarnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (11/12). Haryo masih tengah berada di Seoul, Korea Selatan.
 
Lebih dalam, mahasiswa kelahiran Ujung Pandang, Kota Makassar ini menguraikan, ada beberapa kondisi yang membuat ban mengalami pengikisan. Yakni kondisi permukaan jalan, kecepatan kendaraan dan beban yang diterima. Selain itu, suhu berlebih yang terjadi akibat gesekan yang dialami ban juga menjadi salah satu faktor pemicu cepatnya ban mengalami penipisan.
 
Alat yang ia desain ini akan meminimalisir hal tersebut. Terdiri dari rangkaian tangki air, controller, pompa dan nozzle yang didesain sedemikian rupa, Tyrender secara otomatis menyemprotkan air saat temperatur ban melebihi ambang batas. Dengan demikian, usia ban dapat lebih lama. Temuannya ini diklaim Haryo belum pernah dibuat inovator lain di kategori mechanical controller yang diikutinya.
 
Setelah suhu kembali ke batas angka normal, sambung Haryo, alat ini akan berhenti menyemprotkan air secara otomatis. Haryo mencontohkan, jika pada awal berjalan ban akan memiliki temperatur 30 derajat, lalu saat berjalan naik menjadi 35 derajat, dan saat melaju kencang menjadi 40 derajat. Alat ini akan secara otomatis mengembalikan suhu ban ke 35 derajat.
 
Tahun 2017 lalu, di ajang yang sama, kontingen Indonesia berhasil membawa pulang 3 medali emas, 5 medali perak, dan 6 medali perunggu. Di tahun 2018 ini, Indonesia mengirim 41 produk dan mendapat 1 perolehan grand prize, 10 emas, 6 perak dan 20 perunggu. Haryo turut membukukan daftar prestasi gemilang bagi UMM juga Indonesia di kancah internasional.
 
Rektor UMM, Dr. Fauzan, M.Pd., menyebut, raihan Haryo sebagai bukti komitmen UMM mencerdaskan generasi terbaik bangsa melalui teknologi dan ilmu pengetahuan. "Inilah bentuk dari implementasi tagline UMM, Dari Muhammadiyah untuk Bangsa. Yakni, sebagai bukti kontribusi UMM untuk kemajuan ummat di masa mendatang," pungkasnya. (usa/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image