Mahasiswa Komunikasi UMM Runner-Up Kompetisi PR Nasional

Author : Humas | Senin, 23 Maret 2015 18:12 WIB
BANGGAKAN ALMAMATER : (Dari kiri-kanan : Richard Prayoga, Muhammad Faridh, Syehan Alhamid) Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM yang berhasil meraih peringkat runner-up di ajang PresCo Komunikasi Fiesta, Surabaya (12-14/3). (Eskalator Seven for Humas UMM)
 

PROGRAM Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menambah deretan pialanya. Kali ini, tim Eskalator Seven menjadi runner-up kompetisi tingkat nasional bidang Marketing Public Relations (MPR) dalam Public Relations Competition (PresCo) Komunikasi Fiesta ayng digelar oleh Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya pada 12-14 Maret 2015.

      Tim yang beranggotakan Muhammad Faridh, Syehan Alhamid, dan Richard Prayoga sukses duduk di peringkat kedua setelah bersaing dengan sembilan tim lainnya dari seluruh Indonesia. Kesepuluh tim yang memasuki babak final yakni dua tim dari UMM; Eskalator Seven dan Eskalator Muda, dua tim dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), dan masing-masing satu tim dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Bunda Mulia (UBM) Jakarta, tuan rumah UKWM, dan Universitas Merdeka (Unmer) Malang.

      Bertemakan “Pesona Nusantara menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015”, tim Eskalator Seven ini mengangkat budaya dan kearifan lokal masyarakat Karimun Jawa. “Menurut kami, Karimun Jawa memiliki potensi yang sangat besar dalam menghadapi MEA 2015 baik dari segi lokasi, masyarakat, maupun potensi wisatanya,” ungkap Faridh.

      Syehan menambahkan, perjuangan menuju lima besar tidaklah mudah. Di hari pertama perlombaan, kesepuluh tim bertandang ke Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Taman Ria Kenjeran Baru Surabaya untuk tur mengamati kedua tempat wisata ini. Hari kedua, mereka mempresentasikan proposal awal yang dikirimkan pada pihak panitia lomba. Usai presentasi, mereka dituntut dalam waktu satu jam membuat brief mengenai KBS yang dikunjungi sehari sebelumnya. “Semua peserta dituntut mengajukan program kreatif untuk mengatasi citra negatif KBS yang berkembang saat ini, dan tentunya programnya harus efektif dan bisa diukur,” tambahnya.

      Setelah kembali dilakukan penjurian, akhirnya terpilihlah lima besar yang berhak maju ke babak final. Kelima finalis tersebut yaitu UMM (Eskalator Seven), dua tim UAJY, Unair, dan UGM. “Waktu latihan dan istirahat sangat singkat sehingga butuh perjuangan ekstra keras, khususnya saat mengerjakan brief dalam satu jam dan alhamdulillah  lolos untuk presentasi final. Kami tetap berusaha menampilkan yang terbaik untuk UMM,” ujarnya penuh semangat.

      Selain memuat analisis mendalam dan proposal yang kreatif, penampilannya juga harus unik. Pada saat presentasi semifinal, tim UMM menggunakan baju yang biasa digunakan oleh wisawatan di pantai, dan saat final menggunakan kostum adat Jawa Timur serta menari dengan alunan musik jawa. “Dalam setiap perlombaan, tim dari UMM selalu ditunggu karena strateginya yang unik dan kreatif serta penampilannya yang  menarik. Saat lomba, kami menggunakan dua kostum sekaligus yaitu baju pantai saat semifinal dan baju adat Jawa Timur saat final. Satu kata, totalitas,” tandas Richard.

      Dalam ajang PresCo ini, peringkat pertama diraih oleh Unair, dan peringkat kedua diraih oleh UMM. “Uniknya, dalam setiap perlombaan di ajang Komunikasi Fiesta tidak menyertakan juara 3, jadi hanya ada juara 1 dan 2,” ungkap Richard. (zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image