Mahasiswa Asing UMM Jadi Duta Nusantara

Author : Humas | Senin, 12 Januari 2015 16:11 WIB
UNJUK KEMAMPUAN: Salah seorang mahasiswa asing sedang mempresentasikan tugas akhirnya tentang kemampuan berbahasa Indonesia dihadapan dosen serta tamu undangan yang dilaksanakan di gazebo perpustakaan UMM. 

SEPULUH mahasiswa asing Univesitas Muhammadiyah Malang (UMM) menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesianya dalam ujian mata kuliah berbicara, Senin (12/1). Kesepuluh mahasiswa itu berasal dari Amerika Serikat, Cina, Korea Selatan, Latvia, Thailand, dan Vietnam.

      Ujian yang dilaksanakan di depan kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) UMM ini disaksikan langsung mahasiswa UMM yang berada di sekitaran lokasi ujian. Setiap mahasiswa yang ujian diberikan topik yang berbeda-beda untuk dipresentasikan.

      Dalam ujian kali ini, mereka disimulasikan sebagai duta yang mempresentasikan program-progamnya di hadapan penonton. Ada yang menjadi Duta Bahasa Indonesia, Duta Kebersihan, Duta Kesehatan, Duta Pakaian Tradisional, Duta Musik Tradisional, Duta Pariwisata, Duta Transportasi, Duta Lingkungan Hidup, Duta Lalu Lintas, dan Duta Makanan Tradisional.

      Pembantu Rektor (PR) III UMM, Dr Diah Karmiyati Psi menyempatkan hadir untuk membuka dan melihat langsung ujian yang dilaksanakan oleh BIPA UMM ini. Dalam sambutannya, PR III meminta mahasiswa yang sedang mengikuti ujian agar tidak terlalu tegang.

      “Senyum dong,” ujarnya disambut senyum dan tawa mahasiswa asing yang mengikuti ujian.

      Ia menambahkan, kampus mengapresiasi BIPA UMM yang konsen mendampingi mahasiswa asing selama belajar di UMM.

      “Saya juga mendengar beberapa waktu lalu mahasiswa asing di sini juga juara kontes kebudayaan Indonesia. Prestasi ini luar biasa karena didampingi oleh orang-orang yang juga luar biasa,” ungkap Diah.

      Ia berharap, akan lebih banyak lagi mahasiswa asing yang datang di UMM di kemudian hari.

      Kepala BIPA UMM, Dr Arif Budi Wuriyanto MSi mengatakan, kegiatan ini selain sebagai ujian juga punya makna lain dalam 10 tahun kedepan.

      “Mahasiswa asing disini dalam 10 tahun kedepan bisa saja jadi duta besar ataupun konsulat jenderal negaranya di Indonesia,” ucap Arif.

      Arif melanjutkan, dalam rangka dirgahayu ke-70 Republik Indonesia, akan diadakan kontes nasional bertemakan “Terima Kasih Indonesia” oleh mahasiswa asing yang ada di Indonesia.

      “Semoga nanti dari UMM ada yang bisa ikut dan meraih juara,” ungkapnya.

     

Dalam presentasi, masing-masing mahasiswa membawakan topik berbeda-beda terkait dengan persoalan-persoalan yang yang terjadi di Indonesia. Mahasiswa asal Thailand Tanapat Boonrat menceritakan tentang Indonesia sebagai bangsa yang besar sehingga memerlukan suatu bahasa pemersatu yaitu bahasa Indonesia.

      “Bahasa Indonesia memang terus berkembang, akan tetapi bahasa Indonesia sedang mengalami pergeseran, pergeseran tersebut  dikarenakan oleh orang Indonesia sendiri  yang tidak bangga berbicara bahasa Indonesia. Tak hanya itu saja sekarang juga terdapat bahasa alay dan gaul,” tandasnya

      Ia juga memberikan solusi dari permasalahan mengenai bahasa ini, seperti mulai dari pemerintah hingga rakyatnya untuk terus dan harus menggunakan bahasa Indonesia yang benar.

      “Yang kedua dengan membina model pembelajaran yang menarik, serta yang terakhir menyediakan tempat membaca yang banyak,” ungkap Tanapat.

      Tak hanya soal Bahasa Indonesia, masalah transportasi di Indonesia pun juga dibahas. Kali ini Justin, mahasiswa asal Korea Selatan yang mempresentasikan.

      “Saya selama empat bulan tinggal di Indonesia mengamati bahwa masalah transportasi yang sangat besar di Indonesia adalah kemacetan dan polusi udara,” tegas Justin

      Ia pun memberikan solusi seperti pembatasan kendaraan bermotor, pemberian halte untuk angkutan kota, dan pemasangan rambu-rambu lalu lintas di beberapa titik kemacetan.

      “Tapi menurut saya, yang terpenting adalah membayar pajak yang seimbang. Karena menurut saya, orang kaya harus bertanggungjawab membantu negara dengan penghasilan yang didapatkannya,” pukasnya. (sel/zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image