MAFI Fest, Barometer Apresiasi Film Nasional

Author : Humas | Sabtu, 04 April 2015 15:24 WIB
SINEAS MUDA: MAFI Fest dinilai sineas muda Tedikapuri Amanda (kanan) sebagai barometer apresiasi film nasional.
 

MALANG Film Festival (MAFI Fest) garapan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah menjadi tolak ukur perfilman nasional. Hal ini terungkap dalam konferensi pers yang digelar oleh Kamis (2/4) lalu. “MAFI Fest menjadi etalase untuk mengukur perfilman Indonesia. Bukan dikompetisikan, tapi diapresiasi,” ujar Tedikapuri Amanda, sineas dokumenter yang kini menjadi head development  program di Yayasan Eagle Institute. Gelaran MAFI Fest 2015 akan digelar tiga hari, Kamis-Sabtu (2-4/4) di Theatre UMM Dome.

      Direktur MAFI Fest, Maharina Novia Zahro menyampaikan, festival yang bertemakan “Kearifan Lokal” ini harus diangkat menjadi konsumsi publik melalui film pendek karya anak bangsa. Ia melanjutkan, Hari Film Nasional yang berdekatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Malang merupakan momentum yang tepat untuk mengenalkan karya sineas muda di Indonesia, khususnya Malang. “Ini merupakan momen yang bagus untuk menunjukkan film bertema kearifan lokal karya anak bangsa,” ungkapnya.

      Dukungan untuk mengapresiasi karya anak bangsa juga diungkapkan Yudi Datau. “Industri film akan tetap hidup kalau komunitas-komunitas kecil di Indonesia tetap hidup,” kata sineas yang melejit namanya karena menjadi director of photography (DOP) film 5cm ini. Ia juga mengibaratkan MAFI Fest seperti perempuan yang sudah akil baligh. “Eksistensiannya yang telah mencapai 11 kali membuat MAFI Fest telah matang dalam berpikir dan bersikap seperti perempuan yang sudah akil baligh,” ucapnya.

      MAFI Fest menjadi salah satu wadah apresiasi film pendek tingkat nasional. Film pendek pelajar dan mahasiswa yang tidak berhasil masuk nominasi tetap diapresiasi lewat program Nawak Ngalam. Sedangkan karya komunitas-komunitas film Malang diapresiasi lewat Sesi Malangan. Selain itu, Kembali ke Sinema Indonesia hadir dalam rangkaian MAFI Fest untuk memberikan edukasi pada penonton mengenai perlunya dukungan finansial untuk  para sineas muda. 

      Jika ruang apresiasi film indie semakin banyak, maka karakter bangsa akan semakin terlihat. “Walaupun negara tidak ada, film tetap ada,” ujar Yudi Datau. (dar/zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image