MAFI Fest, Angkat Kearifan Lokal Lewat Film

Author : Humas | Selasa, 17 Maret 2015 15:23 WIB
KEARIFAN LOKAL: Pembukaan MAFI Fest tahun lalu. Tahun ini, MAFI Fest berupaya mengangkat khazanah lokal di berbagai daerah di Indonesia.

EKSISTENSI Malang Film Festival (MAFI Fest) di dunia perfilman Indonesia tak perlu diragukan lagi. Lebih dari 11 tahun, MAFI Fest tumbuh menjadi festival film pelajar dan mahasiswa paling bergengsi di tingkat nasional. Untuk tahun ini, MAFI Fest berupaya mengangkat kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia melalui film.

      “Kami ingin memperkenalkan budaya daerah masing-masing melalui film,” ungkap Direktur MAFI Fest 2015, Maharina Novia Zahro.

      Umar Abdul Aziz, ketua Kine Klub Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menerangkan, sebelum acara puncak MAFI Fest pada 2-4 April, ada beberapa rangkaian acara yang akan digelar, di antaranya workshop sinematografi bersama Director of Photography (DOP) film “5cm”, Yudi Datau.

      “Ada juga pemutaran film-film karya Yosep Anggi Noen, seorang film maker yang filmnya pernah ditayangkan di International Film Festival Rotterdam (IFFR) dan sejumlah festival berskala internasional lainnya,” kata Umar.

      Saat ini, film yang lolos tahap kurasi pada 12-15 Maret lalu akan memasuki tahap penjurian.

      “Film yang lolos pada tahap penjurian, akan diputar di acara puncak MAFI Fest 2015 pada awal April,” papar Afidz, General Manager MAFI Fest 2015. Seluruh film yang masuk, nantinya akan menjadi database Kine Klub UMM.

      Maharina berharap, para sineas muda dapat sigap memanfaatkan kesempatan yang ada.

      “Sudah sepatutnya film maker yang ada di Indonesia mengikutkan film garapannya di festival-festival yang ada, terutama festival film pendek tingkat nasional sekelas MAFI Fest,” harapnya.

      Program MAFI Fest 2015 ini terbagi menjadi dua, yaitu kompetisi dan non-kompetisi. Kompetisi berupa perlombaan film pendek documenter dan fiksi, sedangkan untuk program non-kompetisi, ada tiga kegiatan yaitu Temu Komunitas, Lecturer Public, dan Sesi Malangan. Khusus untuk Sesi Malangan, film pendek karya sineas Malang akan di-screening. Komunitas dari berbagai pulau se-Indonesia akan hadir pada Temu Komunitas dan diinapkan di rusunawa UMM. (dar/zul/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image