MAFI Fest 2019 Jadi Ajang Unjuk Gigi Sineas Muda Indonesia

Author : Humas | Sabtu, 13 April 2019 12:56 WIB
Konferensi pers MAFI Fest. (Foto: Rizki / Humas UMM)

Tahun 2019 ini merupakan kali ke-15 terselenggaranya kompetisi film bagi para sineas muda berbakat Indonesia; Malang Film Festival (MAFI Fest). MAFI Fest sendiri merupakan festival film mahasiswa tertua di Indonesia. Acara ini merupakan acara tahunan yang digelar oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kine Klub UMM.

Gelaran ini akan dibuka Rabu (10/4) malam lalu di Teater Dome UMM yang dihadiri Rektor UMM Dr. Fauzan, M.Pd. dan Pusbang Film. MAFI Fest kali ini mengusung tema “Sintesa”. “Sintesa sendiri berarti gabungan dari beberapa elemen sehingga membentuk suatu yang selaras,” ungkap Direktur MAFI Fest Aliya Dwi Citra.

Filosofi ini bisa diinterpretasikan di dunia perfilman dalam bentuk program-program yang sifatnya kolaboratif, seperti roadshow pertama tahun ini berkolaborasi dengan Teras Baca Masyarakat, Teras Literasi dan roadshow kedua yang berkolaborasi dengan Parade Film Malang guna memperingati Hari Film Nasional.

Baca juga: Pakar Psikologi UMM: Pola Asuh Orang Tua Menjadi Penentu Karakter Anak

MAFI Fest mengundang salah satu film tamu yaitu “Nyanyian Akar Rumput”. Sebuah film indie yang berkisah tentang seorang istri dan kedua anak dari aktivis pergerakan Widji Thukul dalam menjalani hidup, setelah suami dan ayah mereka dinyatakan hilang. Film akan disertai dengan footage peristiwa kerusuhan Mei 1998.

Persiapan MAFI Fest ini dilakukan sejak terbentuknya panitia inti pada Agustus 2018 lalu, dengan menyusun program-program, tema itu sendiri, pengisi acara, hingga film apa saja yang akan ditayangkan. Hingga pada November 2018 terbentuklah panitia besar setelah mengadakan open recruitment panitia MAFI Fest 2019.

MAFI Fest tahun ini memiliki 4 kategori lomba, terdiri dari Fiksi Pendek Mahasiswa, Fiksi Pendek Pelajar, Dokumenter Mahasiswa dan Dokumenter pelajar. Jumlah film yang masuk tahun ini mengalami kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu 477 film dalam program kompetisi hingga tersisa 23 film yang lolos kurasi.

Baca juga: UMM Runner Up Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia

Adapun program non kompetisi yang tidak kalah menarik, diantaranya Malam Penghargaan, Sesi Malangan, Program Penayanga Khusus, Program Penayangan Perdana, Diskusi Umum dan Kelas Kritik. Semua program dirangkum di empat hari pelaksanaan yaitu pada tanggal 10 hingga 13 April 2019.

Terlebih lagi, di tahun ini MAFI Fest didukung oleh penyedia layanan streaming Viu Indonesia melalui program kerjasama yaitu Pitching Forum. Program tersebut merupakan bentuk dukungan Viu Indonesia bagi para filmmaker muda khususnya di Malang Raya yang memiliki ide cerita untuk diproduksi.

“Selain itu juga sebagai wadah bagi para filmmaker mahasiswa, pelajar maupun umum untuk mengembangkan pola distribusi film yang tidak hanya terhenti di festival maupun kompetisi, tetapi juga platform digital,” ungkap Senior Vice President – Marketing Viu Indonesia saat hadir di konferensi pers di Teater Dome UMM. (*/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image