Lewat Short Course Tujuh Bahasa Asing, KBA UMM Stimulasi Mahasiswa Se-Malang

Author : Humas | Senin, 01 Juni 2015 15:52 WIB
Johanes Hagabal mahasiswa HI UMM asal Papua bersama kelompoknya menampilkan budaya Jepang.

MENJELANG diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun ini, kemampuan berbahasa asing menjadi bekal yang harus dimiliki seorang mahasiswa. Membudayakan bahasa asing diyakini menjadi komponen penting dalam perkembangan ekonomi dan bisnis.

      Merespon hal tersebut, unit Kursus Bahasa Asing (KBA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya keras mengembangkan bahasa asing melalui short course yang memuat stimulasi dan pengenalan tujuh bahasa, yaitu bahasa Arab, Jerman, Inggris, Jepang, Korea, Mandarin dan Prancis. 

      “Acara ini terwujud karena kami ingin mengenalkan bahasa asing dalam rangka menghadapi era globalisasi, khususnya Masyarakat Ekonomi  ASEAN,” ungkap kepala KBA UMM Dr Tri Hartiningsih MM ketika menyambut 250 peserta dari kalangan mahasiswa se-kota Malang, Jumat (29/5) di Kampus I UMM.  

      “Memasuki era seperti ini, di beberapa negara sudah sadar kalau tidak mengikuti perkembangan bahasa asing mereka akan kesulitan. Sedangkan di Indonesia kesadaran itu belum ada,” kata Asisten Rektor Bidang (Askorbid) Kerjasama, Soeparto dalam sambutannya.

      Acara ini juga dikemas menarik dengan menampilkan pertunjukan budaya asing dari berbagai negara berupa drama dan tarian oleh Mahasiswa HI UMM. Salah satu Mahasiswa HI asal Papua, Johanes Hagabal tampil atraktif bersama kelompoknya, dengan konsep cerita Jepang mengadaptasi dari film Chibimarukochan. Menurutnya, acara ini sangat bagus sebagai media aplikasi untuk praktik bahasa asing serta meningkatkan kepercayaan diri.

      “Saat ini peminat paling banyak kursus bahasa asing adalah bahasa Jerman dan Korea.  Sepertinya ada pengaruh dari kemenangan Jerman saat Piala Dunia 2014 dan budaya K-Pop,“ ujar Tri Hartiningsih. 

      Tri menambahkan, sudah saatnya belajar bahasa asing tidak dipandang sebagai ancaman terhadap keberadaan bahasa daerah dan nasional kita. Kemampuan berbahasa asing mutlak diperlukan. Kepandaian berbahasa asing memudahkan belajar dan meningkatkan kepercayaan diri. Kemampuan ini juga disebutnya memperbesar peluang masuk ke dalam dunia kerja. (ino/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image