Lentera UMM Gandeng CCCL Pamerkan Komik Prancis

Author : Humas | Sabtu, 24 Juli 2010 13:21 WIB

           Selama ini yang kita tahu dari komik prancis hanya Asterix Obelix dan Smurf. Era komik prancis pun lemah dalam persaingan pasar oleh komik komik saat ini yang kita kenal dari 2 negara maju seperti Jepang dengan Manga–nya dan Amerika lebih kearah karakter komik Marvelnya. Mata kita menjadi terbuka setelah melihat sebuah pameran yang bertajuk “Satu Abad Komik Francophone”.

Sejak Senin (5/10) lalu pameran yang digelar selama 4 hari bertempat di Galeri Ken Arok Perpustakaan Kota Malang, memamerkan 35 plat yang diambil dari koleksi asli di Pusat International Komik dan Gambar Prancis serta ditampilkan pula gambar berupa komik kolektif karya Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lentera, yang merupakan lembaga intra kampus beranggotakan mahasiswa peminat senirupa Universitas Muhammadiyah Malang.

Pameran dibuka Kepala Biro Kemahasiswaan UMM Drs. Athok Miftahulhuda, MPd dan dihadiri oleh Kedutaan Prancis, Kepala Perpustakaan, Kordinator Kebudayaan Prancis di Jakarta. Pameran ini bertujuan menelurusi kembali perjalanan sejarah sebuah seni mencapai sebuah ketenaran unik Prancis yang memberikan pemahaman visual cerita bergambar. Mulai dari era Caran d'Ache, seorang  pakar cerita bergambar tanpa dialog yang amat modern, hingga Nicolas de Crécy, pakar teknik ilustrasi yang memukau.

Proses awal kerjasama pameran ini terjalin, ketika pihak CCCL menawarkan kerjasama pada Insomnium sebagai penyelenggara pameran komik di Malang. Namun akhirnya Insomnium menghubungi UKM Lentera UMM karena memiliki kesamaan pada kegiatan yang diselenggarakan CCCL untuk turut membantu dalam penyelenggraan pameran Komik Prancis. “Tujuan pameran ini sebagai langkah awal sebagai proses kerjasama berkelanjutan antara pihak konsulat jendral prancis dengan lentera UMM yang nantinya pada bulan juni akan diadakan workshop komik dengan seniman prancis di UMM. Dari hasil hasil workshop ini nantinya akan dapat menghasilkan karya bercerita lewat komik mengenai kota Malang, Surabaya dan beberapa kota diprancis” tutur Deki selaku Supervisi pameran tersebut. (ino)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image