Lembaga Kebudayaan UMM Persembahkan Motif Batik Khas KWJ

Author : Humas | Jum'at, 25 Oktober 2019 09:08 WIB
Persembahan batik khas KWJ dari Lembaga Kebudayaan UMM disaksikan Wali Kota Malang, Drs. H. Sutiaji. (Foto: Istimewa)
Rangkaian merayakan hari Peduli Batik Nasional digelar Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah (LK-UMM) dengan berbagai kegiatan. Mengambil tema, “Batik Menembus Ruang dan Waktu” pada Jum’at (25/10) hari ini, LK UMM mengundang 62 orang pelaku batik yang terdiri dari pengrajin, pengusaha, dan start up untuk mengikuti workshop Marketing Batik menyongsong Era Milenial. 
 
Keesokan harinya, Sabtu (26/10) siang, kegiatan dilanjutkan dengan launching Batik Motif, kerjasama dengan Sundari Batik and Art, yang dibuat khas Kampung Warna-Warni Jodipan, kampung tematik garapan mahasiswa praktikum Ilmu Komunikasi UMM, serta lomba mewarnai motif batik untuk anak setingkat Taman Kanak-Kanak, dan Lomba Fashion Show Busana Batik untuk siswa SMA se Malang Raya.
 
Baca juga: Dies Natalis 55 Tahun UMM: Gelar Turnamen Golf Profesional, Berhadiah Fortuner hingga Harley Davidson
 
“Batik menembus Ruang dan Waktu bermakna batik pantas untuk berbagai golongan sosial dan generasi. Generasi Tua maupun generasi muda, orang desa maupun orang kota, budaya tradisional maupun modern, golongan sosial miskin maupun kaya, mereka yang berpendidikan tinggi maupun rendah, profesional maupun pekerja serabutan,” jelas Dr Daroe Iswatiningsih Msi, Kepala LK UMM. 
 
LK UMM sejak lama menaruh perhatian khusus pada Batik. Beberapa kali sudah menggelar even serupa. Mulai dari seminar, pameran, riset desain batik motif daerah Jawa Timur, dan pelatihan membatik. Semua dilakukan sebagai wujud rasa cinta dan bangga pada warisan leluhur. “Disamping batik memiliki nilai filosofi dan bisa sebagai media pembentukan karakter bangsa,” sambung Daroe.
 
“LK UMM bekerjasama dengan Sundari Batik and Art ingin menambahkan sedikit konstribusi dengan mempersembahkan motif batik khas Kampung Warna-Warni Jodipan. Sehingga selain pengecetan rumah juga jembatan kaca yang didesain oleh Fakultas Teknik, motif batik khas KWJ juga diharapkan menambah daya tarik,” kata Rahmawati Khadijah Maro, M.PEd, ketua pelaksana Festival Batik 2019.
 
Baca juga: Temuan Dosen UMM Ini Bikin Masyarakat Urban Bisa Tanam Sayur dan Ternak Ikan Sekaligus di Lahan Sempit
 
Kata Fida Pangesti selaku penanggung jawab launching, event akan diiringi oleh kegiatan fasion show. “LK UMM mengundang mahasiswa asing yang tergabung dalam program BIPA – Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing- dari berbagai negara untuk berlenggak lenggok di catwalk dengan mengenakan busana batik rancangan siswa-siswi SMK 3 Kota Malang,” tuturnya dengan bangga di sela workshop.
 
Berdasarkan daftar nama yang ada, akan dihadirkan sekitar 20-an mahasiswa asing yang bakal terlibat dalam Launching. Fashion show menampilkan mahasiswa dari Jepang, Korea selatan, Thailand, dan Azerbaijan. Pengunjung juga dihibur oleh permainan alat musik angklung yang dimainkan mahasiswa BIPA UMM dari Jepang, Hongaria, Palestina, Afganistan, Vietnam, Serra Leone, Thailand, dan Mesir. (*)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image