Lembaga Kebudayaan UMM Bakal Dirikan Museum Pendidikan

Author : Humas | Jum'at, 13 Desember 2019 12:32 WIB
Kartika Affandi saat pemaparan dalam Sarasehan Budaya. (Foto: Rizki/humas)
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui Lembaga Kebudayaan (LK) bakal segera mendirikan Museum Pendidikan. Hal ini diungkapkan Kepala LK UMM Dr. Daroe Iswatiningsih, M.Si. dalam kesempatan Sarasehan Budaya, Kamis (12/12). Perintisan pengembangan Museum Pendidikan ini mendapat respon positif dari salah satu pelukis kenamaan Indonesia, Kartika Affandi yang turut hadir di Sarasehan. 
 
Perintisan Museum Pendidikan UMM saat ini telah memiliki lebih dari 500 item dari berbagai benda seperti gerabah, patung, lukisan, topeng dan lainnya yang merupakan hibah dari salah satu dosen. Nantinya konsep yang dihadirkan pada museum ini terbagi menjadi tiga yakni display benda-benda budaya disertai katalog printing, visual dan audio visual. Kedua kajian-kajian dan terakhir penampilan seni dan budaya.
 
Museum ini nantinya akan memberikan wadah bagi mahasiswa, dosen dan karyawan untuk mengekspresikan seni dan budaya. Daroe lebih jauh menjelaskan bahwa beberapa kegiatan yang akan diadakan di museum pendidikan ini antara lain, edukasi dengan memberikan pelatihan kepada mahasiswa, dosen dan karyawan misalnya membatik yang dilatih baik dari segi kognitif, pengetahuan atau keterampilan.
 
Baca juga: FT UMM Teken Kerjasama dengan UTM
 
Tak hanya sebagai pusat pendidikan, Museum Pendidikan UMM nantinya juga merupakan sebuah galeri seni dan budaya. “Salah satu misi yang ingin disampaikan museum ini yakni mendekatkan Muhammadiyah dengan seni dan budaya. Pasalnya selama ini Muhammadiyah dianggap menjauhi seni dan budaya padahal kedua hal tersebut merupakan instrumen dakwah kultural untuk semua bangsa,” kata Daroe.
 
Museum ini juga akan mengadakan pelatihan kepada guru-guru tentang kepenulisan pengembangan media pembelajaran dan hal-hal yang berkaitan dengan edukasi. Ada juga perform dari mahasiswa dengan potensi seni dan budayanya. “Kami memiliki motto dari Muhammadiyah untuk Bangsa, jadi kita ingin membuka cakrawala dan mengarahkan jiwa nasionalisme kita berbasis seni dan budaya nusantara,” tandasnya.
 
Dalam kesempatan Sarasehan itu, Kartika Affandi beradu kemampuan dengan Sadikin serta Azzam. Selain menampilkan karya melukisnya, Kartika juga menawarkan kerja sama dalam beberapa hal. Salah satunya dengan kegiatan melukis yang melibatkan Kartika Affandi serta para pelukis lainnya. Kemudian lukisan dilelang yang nantinya hasil lelang tersebut disumbangkan ke yatim piatu di Malang dan Yogyakarta.
 
Kartika Affandi di sela-sela melukis menuturkan, dalam menciptakan sebuah karya didominasi oleh pengalaman pribadi dan berdasarkan realita. Sepanjang perjalanan karirnya, perempuan 85 tahun ini tidak pernah menggambar berdasarkan imajinasi. “Semua berdasarkan pengalaman dan kenyataan, melukis tidak bisa dilakukan sekali dua kali melainkan harus terus menerus untuk menghasilkan karya,” ujar Kartika. (riz/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image