Lagi, UMM Kembangkan PLTMH Baru

Author : Humas | Selasa, 27 Januari 2015 14:40 WIB
MEMANTAU: Kepala Humas UMM, Nasrullah ( dua dari kanan) saat menjelaskan tentang perkembangan PLTMH yang dimiliki oleh UMM kepada direktur Jawa Pos Radar Malang , Kurniawan Muhammad ( tiga dari kanan ). Direktur Radar Malang sangat mengapresiasi dengan teknologi yang dikembangkan oleh UMM.(21/1)

PEMBANGKIT Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperoleh apresiasi publik. Kali ini kalangan media tertarik untuk meliput secara khusus dan mengajak UMM bekerjasama. Pekan lalu, direktur Jawa Pos Radar Malang, Kurniawan Muhammad, bersama jajaran redaksinya mengunjungi PLTMH yang terletak tak jauh dari UMM Dome itu. Didampingi tim pengembangan PLTMH UMM, Kurniawan menyampaikan kekagumannya dengan inovasi UMM ini.

Menurut Kurniawan, sebagai kampus swasta, UMM telah melakukan terobosan nyata dalam mengatasi keterbatasan energi listrik. “Ini luar biasa, tidak hanya menghemat biaya listrik tetapi juga bisa menjadi lab dan inspirasi bagi masyarakat untuk mengembangkan energi alternatif,” ungkapnya.

Pembantu Rektor II, Fauzan, yang menemui rombongan Radar menerangkan UMM sejak tahun 2007 PLTMH sudah beroperasi dan berhasil menghemat pengeluaran untuk pembayaran listrik hingga 25%. Saat ini pihaknya juga sedang menyelesaikan PLTMH II yang dibangun tak jauh dari unit yang pertama. “Insya Allah dalam sebulan ke depan (PLTMH II) sudah bisa diresmikan,” ujar PR II.

Secara teknis PLTMH II memiliki perbedaan. Penstock (pipa air) dibuat secara vertikal karena debit air yang memanfaatkan aliran kali Sengkaling II ini lebih kecil. Turbin yang digunakan juga berbeda, lebih kecil. Sedangkan di PLTMH I, aliran air memiliki kemiringan 45 derajat dengan turbin yang lebih besar karena debit airnya juga lebih besar. Energi listik yang akan dihasilkan oleh PLTMH II hanya 60-80 KWh, lebih kecil dari PLTMH I yang bisa mencapai 100 KWh.

Ditambahkan Fauzan, PLTMH UMM bisa jadi merupakan satu-satunya yang dimiliki kampus di dunia. Letaknya yang ada di dalam kampus membuat daya tarik pengunjung untuk mempelajari lebih lanjut sehingga sering menjadi obyek wisata akademik. “Inilah keuntungan lain, selain menghemat listrik juga bisa untuk wisata akademik dan praktikum mahasiswa, termasuk mahasiswa dari kampus-kampus lain,” tambahnya.

Ketua Tim Pengembangan Energi Terbarukan UMM, Suwignyo, menjelaskan saat ini UMM tak hanya mengembangkan PLTMH di dalam kampus. Pihaknya sudah menerima tawaran untuk membangun maupun mendampingi pengembangan PLTMH di berbagai daerah. Salah satu yang sudah terwujud adalah PLTMH di Sumbermaron di kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang. Di sana, UMM berhasil membangun PLTMH yang mampu mensuplai listrik untuk pompa air bersih yang didistribusikan kepada lebih dari 1.600 kepala keluarga. Hal ini juga menjadi daya tarik Radar Malang untuk menggandeng UMM mengembangkan potensi PLTMH di lokasi lain.

Dalam peninjauannya ke lokasi di desa Sanankerto kecamatan Turen bersama tim Radar Malang, Suwignyo meyakini sumber airnya sangat potensial. UMM dengan para tim ahlinya siap mendampingi pengembangan PLTMH di sana. “Melihat debit airnya, ini bisa menghasilkan listrik 15-20 KWh,” kata dosen Teknik Sipil UMM ini.

Pihak Radar sendiri siap mempublikasikan proyek ini untuk menjaring dukungan publik. “Ini daerah potensial, bisa untuk daerah wisata,” kata Kurniawan yang berniat menjadikan Sanankerto sebagai proyek bersama UMM, Radar Malang, Pemkab Malang dan masyarakat. (nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image