Laboratorium Sentral UMM Perkuat Kerjasama dengan BSN dan SNI-Halal

Author : Administrator | Selasa, 14 November 2017 15:39 WIB

Berita UMM

 
 

MENINDAKLANJUTI kerjasama yang telah dijalin dengan Badan Standarisasi Nasional (BSN), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Workshop Laboratorium Sentral UMM (4/11). Workshop ini sekaligus sebagai launching akreditasi ISO/IEC 17025:2008 Laboratorium Sentral UMM dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan BSN dan SNI-Halal.

"Dengan akreditasi Lab Sentral ini UMM menjadi kampus yang patut diperhitungkan. Ke depan kita akan menata manajemen internal agar terus mendapat rekognisi nasional dan internasional," ujar Rektor UMM Fauzan.

Sementara itu, Dr Elfi Anis Saati MP selaku Kepala Laboratorium Sentral UMM mengungkapkan, persaingan global baik dari SDM maupun bentuk produk menjadi alasan penting adanya standarisasi. "Lab Sentral UMM diarahkan dapat meningkatkan sistem manajemen mutu di UMM. Selain itu kampus ini memiliki 51 lab di antaranya 25 Lab Eksakta dan 17 lab Sosial sehingga diharapkan Lab Sentral ini dapat menjadi pintu untuk mengurus dan mengkoordinir seluruh lab di UMM," ujarnya.

Lab Sentral berhasil memperoleh akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) ISO 9001 pada empat laboratorium yakni Laboratorium Nutrisi, Bioteknologi, Biologi dan Ilmu Teknologi Pangan (ITP).
Sementara itu uji sertifikasi yang meraih ISO 17025 yaitu pengujian proxima dari Lab Nutrisi, uji total gula dan uji protein dari Lab Bioteknologi, uji total plate count (TPC) dari Lab Biologi serta uji antosianin dari Lab ITP

Workshop bertema “Peran Perguruan Tinggi dalam Meningkatkan Kompetensi SDM” ini dihadiri pula oleh Kepala BSN Prof Dr Bambang Prasetya MSc, serta Kepala Bagian Pusat Sistem Penerapan Standar Dr Ir Wahyu Purbowasito Setyo Waskito. 

Pada kesempatan ini,  Bambang menyampaikan materi terkait peran standarisasi produk guna mendukung persaingan global. Bambang memaparkan macam-macam standarisasi. "SNI tidak melulu tentang helm. Ada standarisasi manajemen resiko, standarisasi kebijakan, hingga sertifikasi anti-penyuapan," ujarnya.

Kemudian, materi kedua disampaikan Wahyu mengenai peran ipteks perguruan tinggi dan pentingnya peningkatan mutu produk dengan branding SNI dan sertifikasi halal dalam pasar global. (nim/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image