Kunjungi UMM, Dua Sekolah Ini Tertarik Beasiswa

Author : Humas | Selasa, 28 April 2015 15:44 WIB

UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat kunjungan dari sekolah. Kali ini, giliran SMK PGRI 1 Giri Banyuwangi dan SMA Bakti Idhata Jakarta mengunjungi UMM di waktu yang berbeda, SMK PGRI 1 bertandang pada pukul 08.00 WIB, sedangkan SMA Bakti Idhata Jakarta datang pada pukul 13.00 WIB. Total sekitar 200 siswa beserta dewan guru diterima di Aula BAU UMM, Selasa (28/4).

Dalam sesi perkenalan yang dipimpin langsung oleh Kepala Humas UMM, Nasrullah, siswa tertarik dengan beasiswa yang ditawarkan oleh UMM. “Beasiswa di UMM itu mulai dari pertama kali mendaftar sampai sudah menjalani perkuliahan, bahkan mau lulus itu ada. Mulai beasiswa siswa berprestasi lewat jalur undangan, beasiswa saudara kandung, yatim piatu, kader Muhammadiyah, peraih nilai tes terbaik, dan beberapa beasiswa pihak sponsor baik dalam maupun luar negri, hingga beasiswa kerja paruh waktu di semester akhir,” ungkap Nasrullah.

Beberapa penanya, salah satunya yakni Gisella menanyakan, beasiswa apa saja yang tersedia di UMM. Ida juga menanyakan hal serupa. “Bagaimana dengan biaya masuk di UMM?” tanyanya.

Menurut Nasrullah, kuliah di UMM itu memperoleh fasilitas jauh di atas biaya yang dibayarkan karena UMM memiliki income center berupa unit-unit bisnis dan kerjasama internasional. Ia kemudian mencontohkan, biaya termahal ada di Fakultas Kedokteran, yakni  Rp135 juta. “Jika dibandingkan dengan kampus lain, bahkan bisa sampai 400-750 juta,” katanya.

Salah satu guru yang mendampingi siswa SMK PGRI 1 Giri, Joko mengatakan, kedatangannya ke UMM agar dapat memberikan gambaran tentang dunia perkuliahan kepada para siswa. “Kebetulan yang kami bawa kesini adalah siswa jurusan Administrasi Perkantoran dan Tata Boga. Mungkin nanti dari pihak UMM bisa mengarahkan ke jurusan apa nantinya mereka jika ingin kuliah disini,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan pihak dari SMA Bakti Idhata Jakarta. Mereka ingin mengetahui gambaran umum perkuliahan di UMM, serta peluang beasiswa apa saja yang ada di kampus ini. Lebih jauh, mereka ingin mengetahui Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di UMM.

dr Rahayu, SpS, Pembantu Dekan (PD) II FK mengatakan hal serupa dengan Nasrullah. Selain bicara mengenai biaya kuliah di FK, ia mengatakan calon mahasiswa yang ingin masuk di FK tidak hanya orang-orang yang memiliki ekonomi tinggi saja, namun memiliki tingkat intelegensi yang tinggi serta sesuai dengan keinginan calon mahasiswa tersebut. “Dulu pernah ada mahasiswa ketika sudah hampir lulus, ia bercerita kalau masuk di FK adalah paksaan orangtuanya. Nah kita tidak ingin ada mahasiswa yang masuk karena terpaksa, karena nanti akan kelihatan selama proses perkuliahan,” katanya.

Sama halnya dengan Drs Juli Astutik, MSi. PD II FISIP ini mengatakan, sangat tepat jika calon mahasiswa nantinya memilih FISIP UMM sebagai tujuan utamanya. “Seluruh jurusan di bawah naungan fakultas semuanya sudah terakreditasi A. Banyak alumni juga yang sudah terserap di dunia kerja dan bahkan berwirausaha sesuai kompetensi yang dipelajarinya selama berkuliah di UMM,” ungkap Juli.

Putri, siswi dari SMA Bakti Idhata mengatakan, senang berkunjung ke UMM. “Kampusnya besar dan sejuk, semoga bisa menjadi salah satu rujukan untuk memilih perguruan tinggi nantinya,” ungkap siswi kelas 10 ini. (zul/nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image