Konsep Kewirausahaan Sosial ini Bawa Alumnus UMM Terbang ke Amerika

Author : Humas | Kamis, 04 April 2019 13:03 WIB
Kasmawati (kerudung merah muda) berfoto bersama dengan dengan delegasi Indonesia. (Foto: Istimewa)

Kasmawati Ahmad, alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terpilih mewakili provinsinya, Maluku, sebagai peserta Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) 2019 di Amerika Serikat. Kasma terdaftar di kategori Academic Fellowship selama lima pekan.

Melalui konsep kewirausahaan sosial yang diusungnya, yakni “Satu Desa Satu Produk” untuk salah satu pulau besar Kepulauan Maluku, Pulau Buru, Ia berangkat bersama 24 peserta lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Kasma terbang ke Negeri Paman Sam ini untuk angkatan musim semi tahun ini hingga 29 April.

Kasma ditempatkan di University of Connecticut untuk belajar membuat dan mengembangkan bisnis sosial kewirausahan. “Saya bisa belajar hal-hal yang membuat Amerika bisa menjadi negara adidaya. Harapannya bisa saya gunakan untuk program di komunitas saya,” ujar aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) ini.

Kasmawati bersama salah satu dosen University of Connecticut. (Foto: Istimewa)

Kasma mengaku ingin melanjutkan program komunitas sosial kewirausahaan yang ia dirikan di Pulau Buru, yaitu Komunitas Bupolo Mandiri. “Komunitas ini berdiri sejak Juni 2017 untuk mewujudkan ide-ide anak muda Pulau Buru yang termasuk dalam daerah 3T; tertinggal, terdepan dan terluar di Indonesia,” tuturnya.

Baca juga: 'Sembelih' Dinosaurus, UMM Siap Pecahkan Rekor MURI

Menurutnya, saat diwawancarai Kamis (4/4) via WhatsApp, desa-desa yang terdapat di Pulau Buru ini masih jauh dari kata berkembang. Dikarenakan kurangnya pengetahuan untuk manajemen hasil usaha, rendahnya pendapatan, dan tingginya pengangguran yang membuat masyarakat terjebak lingkaran setan kemiskinan.

“Untuk itu solusi yang paling baik adalah membuka akses langsung ke masyarakat untuk membuat produk yang bisa dipasarkan secara luas dan memenuhi standard. Saya menyadari bahwa semua orang punya potensi untuk maju, hanya perlu sedikit sentuhan saja,” ungkap lulusan terbaik periode 3 UMM tahun 2016 ini.

Pola program Komunitas Bupolo Mandiri ini memiliki 3 tahap, yakni sekolah desa, bisnis inkubator dan manufaktur. Di tahap awal, akan ada sekolah desa dengan pelatihan mengenai bisnis selama satu bulan. Selanjutnya di tahap Inkubator. Masyarakat akan berlatih membuat bisnis plan bersama pihak swasta.

“Setelah bisnis, rancangan dan pendanaan selesai, tahap selanjutnya tiap desa akan diberikan wewenang untuk membuat bisnis yang dapat dipasarkan. Harapannya tiap tahun kami bisa memasarkan minimal lima produk dari desa-desa di Kabupaten Buru,” terang peraih beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini.

Baca juga: Ini Indikator Wanita Milenial Menurut Para Pakar

Merasa terpacu, Kasma berniat mengambil gelar Master of Business Administration (MBA) yang fokus pada pengembangan ekonomi. Bahkan, Kasma sudah mengantongi Unconditional Letter of Acceptance (LoA) atau surat pernyataan telah diterima di sebuah Perguruan Tinggi tanpa syarat. Tinggal tunggu waktu.

“Sekarang saya sedang menunggu hasil dari beberapa kampus di Amerika. Kebetulan baru satu kampus yang telah keluar LOA Uncon-nya (The American University). Doakan saja pertengahan April ada kabar baik untuk kampus lain. Dan September ini saya bisa berangkat lagi ke Amerika untuk studi S2,” pungkasnya. (bel/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image