Kolaborasi Farmasi-Ilmu Komunikasi UMM Raih Posisi Juara Terbaik Lomba Video Edukasi Kesehatan di Undip Semarang

Author : Humas | Kamis, 18 Oktober 2018 09:46 WIB
Dimas Fajar Aziz
UNIVERSITAS Muhammadiyah Malang (UMM) berhasil merebut posisi pertama dalam kompetisi video nasional yang diselenggarakan LPM Publica Health FKM Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, (14/10) lalu. Diumumkannya tim kolaborasi mahasiswa program studi (Prodi) Komunikasi dan Farmasi UMM sebagai juara terbaik tingkat nasional diakui telah dipersiapkan secara matang.
 
Anggota tim, Dimas Fajar Aziz menyampaikan, timnya sudah sangat optimistis akan menduduki peringkat pertama sebagai tambahan bonus usaha yang telah diperjuangkan selama ini. "Semua yang sudah kita lalui selama ini adalah bonus yang diberikan oleh Allah atas perjuangan dan usaha semua yang terlibat dalam proses kami semua," kata ketua tim tersebut. 
 
Setelah melalui beberapa babak penyeleksian oleh panitia, tim UMM yang beranggotakan Dimas Fajar Aziz (Farmasi), Achmat Bagas Apriliyanto (Farmasi), Kinka Dwirasti Radhani (Ilmu Komunikasi) telah berhasil mencapai babak akhir. Di babak akhir, UMM dipertemukan dengan 2 tim penantang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro (Undip).
 
Pada babak ini dihadirkan tiga ahli juri dalam bidangnya untuk menilai originalitas, kesesuaian dengan tema, pesan yang disampaikan sekaligus kualitas video yang dibuat oleh para peserta lomba. Salah satu jurinya adalah Mahesa Nugraha dari NET Media Tama. UMM Maju sebagai tim pendatang dari luar kota, Tim UMM membingkai sebuah video berdurasi 4 menit 54 detik dengan bahasa yang mudah dipahami.
 
Perlombaan kali ini mengusung tema "Kesehatan di Era Digital". Dari beberapa sub tema yang tersedia, tim UMM memilih tema "Sex Education pada Era Milenials". Melalui video-nya tim UMM berpendapat, perilaku anormal sex atau perilaku penyimpangan aktivitas sex di kalangan pelajar dapat diselesaikan dengan metode CURIN atau Curiculum and Information yang diselipkan di antara mata pelajaran sekolah dasar, hingga sekolah menengah.
 
Dalam hal ini, tanpa harus dengan tergesa-gesa membuat remaja paham akan perannya di kehidupan mendatang. "Penyampaian sex education tersebut dapat didukung dengan pengarahan yang positif, penjelasan yang mendukung, tuntunan dari pengajar yang tidak menimbulkan efek negatif terhadap psikologi anak terhadap sex," jelas Kinka Dwirasti Radhani selaku pembicara kedua dari tim UMM dalam videonya.
 
Kesiapan tim UMM untuk menjadi juara telah dipertegas oleh Dian Ermawati, M.Farm Apt. selaku pembina tim video UMM. Ia mengaku tidak meragukan kemampuan anak didiknya. Ia meyakini hal tersebut setelah tim video UMM sukses merebut jajaran juara pada kompetisi video nasional yang diikuti universitas dari seluruh Indonesia itu. UMM keluar sebagai juara pertama mengalahkan tuan rumah Undip Semarang. (Humas Fikes/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image