Kian Dinamis, UKM Teater Diminta Kembangkan Sayap

Author : Humas | Selasa, 14 April 2015 15:59 WIB
AWARDING NIGHT: Salah satu penampilan akustik warnai penutupan Rector Cup UKM Komunitas Teater UMM, Sabtu malam (11/4).

AKTIVITAS berkesenian di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dinilai kian dinamis. Hal itu, kata pendiri Pelangi Sastra Malang Denny Mizhar, dapat dilihat dari ruang apresiasi yang tinggi terhadap anasir kebudayaan di kampus putih, mulai dari teater, musik, film, hingga berbagai kesenian lainnya.

      Bagi Denny, tantangan yang harus dijawab para pecinta seni di UMM saat ini adalah memperluas jejaring seniman di luar kampus. “Saya kira secara internal sudah cukup bagus dan stabil, saatnya memberi warna baru di luar kampus,” kata Denny saat menyaksikan awarding night kompetisi Rector Cup unit kegiatan mahasiswa (UKM) Komunitas Teater UMM, Sabtu (11/4) akhir pekan lalu di Aula Teknik UMM.

      Denny yang juga menjadi salah juri pada kegiatan tersebut menilai, apa yang sudah dipelajari di UMM harus bisa berdampak bagi pergerakan kesenian, terutama di kota Malang. “Ruang berkesenian mahasiswa UMM harus diperluas, jangan hanya di kampus saja,” ujar alumni Teater Hompimpah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMM ini.

      Kompetisi Rector Cup UKM Teater tahun ini diikuti oleh tujuh komunitas dari tujuh fakultas yaitu teater Kata Mati dari Fakultas Keguruan dan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Cremona dari Fakultas Teknik (FT), Hompimpah dari FEB, Jalu dari Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP), Kala dari Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), Sinden dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), dan Belbaba dari Fakultas Psikologi. Ketua panitia, Cungkring berharap, tiga fakultas lainnya dapat berpartisipasi dan mengirim delegasinya pada kompetisi tahun depan.

      Rangkaian perlombaan Rector Cup UKM Teater berlangsung sejak 6 hingga 11 April 2015. Gelaran yang mengangkat tema “artdicted” yang berarti “seni yang mencandu” ini terdiri dari tiga lomba, yaitu lomba baca puisi, lomba penulisan karya sastra, dan lomba teater.

      “Harapan saya, dengan tema ini para penikmat seni di UMM bisa kecanduan untuk mementaskan karya-karyanya,papar Cungkring.

      Sukses melahirkan talenta-talenta muda di bidang seni, kompetisi tahun ini dimenangkan oleh teater Sinden dari FISIP sebagai juara umum. Sinden sekaligus menjadi juara satu pada lomba teater disusul Hompimpah dan Kata Mati sebagai juara dua dan tiga.

      “Kami akan terus berkarya, sesuai dengan motivasi teman-teman Sinden, yaitu proses tidak akan mengkhianati hasil,” ujar Dadang, sutradara Sinden dalam pementasan Rector Cup. (dar/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image