Ketua Wantimpres Siap Kawal Rekomendasi BEM FEB Se-Jawa Bali

Author : Humas | Selasa, 12 Mei 2015 13:26 WIB
Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr Sri Adiningsih MSc memaparkan kondisi perekonomian Indonesia dihadapan mahasiswa FEB se- Jawa Bali.

RANGKAIAN Kegiatan Dies Natalis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ke-51 dibuka dengan temu ilmiah BEM FEB se-Jawa Bali yang berlangsung selama tiga hari, Selasa-Kamis (12-14/5) di teater UMM Dome. Keynote speech temu ilmiah menghadirkan ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Prof Dr Sri Adiningsih MSc.

      Di awal paparannya, Sri meminta agar hasil temu ilmiah bertema “Kontribusi Pemikiran Mahasiswa FEB se-Jawa Bali dalam Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Indonesia” ini segera dikirimkan kepadanya selepas acara ini selesai. “Kirimkan ke saya, nanti saya sampaikan langsung ke pak presiden,” ujarnya.

      Lebih lanjut, Sri mengatakan bahwa apa yang dibahas dalam forum yang dihadiri delegasi 13 universitas se-Jawa Bali ini merupakan topik yang juga didiskusikan di berbagai forum nasional. “Saudara hebat berani mengkaji masalah ini, saya tunggu gagasan-gagasan Anda,” kata Sri.

      Sri menegaskan, saat ini integrasi ekonomi antar negara terus meningkat sehingga ketergantungan ekonomi antar negara semakin besar. Konsekuensinya, kebijakan ekonomi di suatu negara dapat mempengaruhi situasi ekonomi di negara lainnya. Inilah yang disebut sebagai global free trade area.

      Dalam kesempatan ini, Sri juga memaparkan tentang tiga hal mendasar yang menentukan kedaulatan perekonomian Indonesia, yaitu pembangunan manusia, peningkatan daya saing dan produktivitas nasional serta kemandirian ekonomi. Bagi Sri, tidak mungkin Indonesia dapat bersaing dengan lain tanpa kualitas manusia yang memadai. Sri menyebutkan, saat ini 50 persen tenaga kerja Indonesia adalah lulusan sekolah dasar.

      Karena itu, lanjut Sri, kabinet pemerintahan saat ini memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 yang memuat target pencapaian di bidang pendidikan, kesehatan, bidang perumahan, air minum dan sanitasi, bidang kedaulatan pangan, bidang kedaulatan energi, bidang ekonomi maritim dan kelautan, bidang pariwisata, bidang pengembangan kawasan industri, bidang pemerataan antar wilayah, serta bidang pemerataan antarkelas pendapatan.

      Namun, Sri mengakui bahwa semua target itu tidak bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Indonesia lantaran butuh proses. “Yang banyak dirasakan saat ini yaitu bebannya. Memang awal-awal akan seperti itu (terasa banyak beban). Semuanya butuh proses. Yang pasti, komitmen perbaikan akan terus kita jaga,” jelas Sri.

      Menguatkan hal itu, Dekan FEB UMM Dr Nazaruddin Malik MSi mengatakan, dalam filosofi manajemen yang terpenting adalah penguatan internal. Bagi Nazar, sekeras apapun terpaan dari luar, selama secara internal solid, maka Indonesia akan tetap stabil.

      Sementara itu bagi Rektor UMM Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, kehadiran ketua Wantimpres ini sangat relevan dengan forum temu ilmiah BEM FEB se-Jawa Bali. “Karena beliau adalah ketua Wantimpres, pastinya apa yang disampaikan ini merupakan hal-hal yang biasanya dibisikkan ke presiden. Jadi, anggap aja saudara ini presiden yang sedang mendengarkan bisikan-bisikan ide dari bu Sri,” terangnya.

      Menindaklanjuti forum ini, ketua BEM FEB UMM Firman Rato Rizky mengatakan, rekomendasi yang nantinya dihasilkan merupakan gagasan mahasiswa bagi bangsa untuk mewujudkan kedaulatan ekonomi.

      Selain temu ilmiah, rangkaian peringatan Dies Natalis FEB UMM ke-51 juga akan diramaikan dengan FEB Castle Project pada 1 Juni 2015 yang menghadirkan penyanyi Raisa serta grup band Maliq D'Essentials dan Payung Teduh. Selain itu juga ada penampilan band FEB UMM, Ikabama UMM, band indie, tari tradisional dan modern, standup comedy, beat box, dan berbagai penampilan lainnya. (han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image