Author : Humas | Sabtu, 28 Februari 2015 13:51 WIB
PENYEMANGAT WISUDA: Prof Dr KH Din Syamsuddin saat memberikan motivasi dihadapan para wisudawan di Dome UMM.(28/2) 

DI hadapan 947 wisudawan dan para orang tua wali yang memadati UMM Dome, Sabtu (28/2), Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Din Syamsuddin “mengharamkan” para sarjana lulusan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini untuk menjadi pengangguran. “Islam mengharuskan umatnya untuk bekerja, karena itu haram bagi Anda untuk nganggur,” tegas Din dalam orasi ilmiahnya pada gelaran wisuda ke-75 UMM.

      Lebih lanjut, Din juga menilai kesuksesan meraih gelar sarjana sebagai karunia dari Allah. Seraya mengutip al-Quran, Din memaparkan bahwa diberikannya karunia itu untuk menguji manusia, apakah ia dapat bersyukur atas karunia tersebut atau justru kufur dan menyia-nyiakannya.

      Karena itu, Din meminta para wisudawan memanfaatkan reputasi UMM yang kian berkibar di kancah nasional. UMM dinilai Din telah menjadi salah satu kampus terbaik di Indonesia. Ke depan, Din yakin, UMM tidak hanya menjadi center of academic excellence di Indonesia, tapi juga dunia. “Atau setidaknya di Asia Tenggara,” pungkas ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.

      Sementara itu, Ketua Badan Pembina UMM Prof Dr HA Malik Fadjar MSc dalam sambutannya meminta para wisudawan untuk menjadi sarjana yang berkarakter. Seraya mengutip ungkapan presiden pertama Indonesia Soekarno, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini mengatakan, “Ijazah bisa basah karena hujan, ijazah juga bisa terbakar karena api, tapi karakter yang kuat takkan lebur oleh apapun.”

      Di lain pihak, Rektor UMM Prof Dr Muhadjir Effendy MAP dalam pidatonya menyatakan, UMM berencana membangun Gedung Kuliah Bersama (GKB) IV sembilan lantai dan area parkir seluas 1,4 hektar. Hal itu lantaran kenaikan jumlah peminat UMM yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

      “Tahun ini saja, hingga 26 Februari 2015, sudah ada 1.410 orang yang mendaftar. Tahun lalu, pada tanggal yang sama, jumlah pendaftar hanya mencapai 740 orang. Ini berarti ada peningkatan signifikan hampir dua kali lipat,” ujarnya. (han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image