Inisiasi Koperasi 'Aroi', Mahasiswa UMM Terima Penghargaan Guru Teladan dari Kementerian Pendidikan Thailand

Author : Humas | Jum'at, 19 Oktober 2018 10:14 WIB
Ketiga mahasiswa tengah berfoto dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Satun, Thailand, Somkid Joeychum (tengah). (Foto Istimewa)
SATU bulan magang sebagai guru di Thailand, tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat penghargaan Teacher of the Year dari Kementerian Pendidikan Thailand beberapa waktu lalu. Penghargaan itu merupakan apresiasi Pemerintah Thailand terhadap mahasiswa UMM sebagai guru teladan di Sekolah Dasar Darul Muhmin Satun, Thailand. Utamanya, atas inisiasi mereka mendirikan Koperasi beratmosfer Internasional, 'Aroi'.
 
Adalah Arfi Alfaruq Muhibbillah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris; Syamsul Rijal mahasiswa Civic Hukum; dan Widodo Herlambang mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Ketiganya merupakan mahasiswa angkatan 2015 yang menerima gelar kehormatan itu langsung dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Satun, Thailand, Somkid Joeychum. Akronim nama ketiganya lah yang digunakan untuk menamakan koperasi ini, yakni Arfi, Rijal dan Widodo: Aroi. 'Aroi' sendiri dalam bahasa Thailand berarti 'enak'. 
 
"Sehubungan dengan ketertinggalan sekolah Darul Muhmin dalam berbahasa Inggris, jadi setiap warga sekolah yang membeli makanan atau jajanan kecil di sana (koperasi, red.) harus berbahasa Inggris," kata Arfi Alfaruq Muhibbillah saat diwawancarai, Kamis (18/10) siang. Diakui Arfi, warga lingkungan sekolah Darul Muhmin tidak ada yang bisa berbahasa Inggris. Sejumlah guru bahasa Inggris di sana juga bukan lulusan pendidikan Bahasa Inggris, sehingga memiliki pengetahuan terbatas. 
 
Diperolehnya penghargaan itu juga terbilang tak direncanakan. Diceritakan Arfi, saat bermain game untuk mengenalkan Bahasa Jawa, secara kebetulan Sekjen melihat aktivitas mereka. “Setelah itu kami diminta pihak sekolah untuk menemui Sekjen Pendidikan Satun. Kata Sekjennya banyak mahasiswa yang pernah melakukan program serupa, namun katanya milik kami yang paling berhasil," lanjutnya.
 
Selain mengajarkan bahasa Inggris, mereka juga saling bertukar pengetahuan budaya masing-masing juga ke-Islaman. "Ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi kami karena datangnya langsung dari Pemerintah Thailand. Kami yakin tentunya gelar ini melewati pertimbangan yang matang," terang Drs. Nurwidodo, M.Kes selaku Kepala Unit Magang dan Micro Teaching Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMM saat ditemui di kantornya, Kamis (18/10). 
 
Nurwidodo sempat kaget bahwa mahasiswanya bisa mendapat penghargaan ini. "Guru asli sana saja belum dapat. Kok, mahasiswa kita yang dapat dan dijadikan contoh untuk guru-guru asli di sana. Tentunya ini prestasi yang sangat membanggakan," ungkap Nurwidodo sumringah.
 
Selain itu, 22 orang dari 53 mahasiswa yang mengikuti program magang mengajar di Thailand mendapat tawaran untuk menjadi guru resmi di tempat mereka mengajar, dengan syarat lulus sarjana terlebih dulu. "Maka dari itu kami panggil alumni magang di Thailand kemarin, terutama yang 22 mahasiswa itu, kami himbau agar segera lulus dan bekerja di sana," jelas Nurwidodo.(usa/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image