Ikuti, Lomba Desain Souvenir UMM

Author : Humas | Selasa, 17 Maret 2015 09:21 WIB
PAMER SOUVENIR: Salah satu display cenderamata di Pusat Souvenir UMM. Diharapkan, dengan adanya lomba desain souvenir dapat memperkaya pilihan cinderamata khas UMM.

SEBAGAI perguruan tinggi ternama, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sering menjadi rujukan tamu-tamu dari dalam maupun luar negeri untuk studi banding dan kunjungan wisata. Kebanyakan dari mereka menanyakan souvenir khas UMM ketika bertukar cinderamata. Mereka menginginkan sesuatu yang menarik dan mudah diingat. Merespon hal tersebut, Biro Kemahasiswaan UMM mengadakan lomba desain souvenir khas UMM.

      “Kami yakin mahasiswa UMM itu kreatif,” ungkap staf khusus Pembantu Rektor III UMM, Joko Widodo. Oleh karena itu, pihaknya memberikan ruang kreativitas yang sebesar-besarnya untuk seluruh mahasiswa UMM. Hal ini diyakininya dapat meningkatkan nuansa kewirausahaan di kampus ini.

      Joko menambahkan, souvenir yang dilombakan harus memiliki nilai jual dan mudah diproduksi. “Sempat ada perbincangan untuk menyediakan stand khusus untuk memamerkan souvenir hasil dari perlombaan ini,” ujarnya.

      Perlombaan desain souvenir ini merupakan yang pertama di UMM. Menurut Joko, jika hasil dari perlombaan bagus dan memuaskan, bukan tidak mungkin acara seperti ini akan diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya.

      Sejauh ini, peserta kompetisi tidak dibatasi dan setiap peserta dapat mendaftarkan lebih dari satu souvenir. Panitia menyediakan hadiah total 15 juta rupiah, dengan rincian, juara I Rp. 3.000.000, juara II Rp. 2.500.000, juara III Rp. 2.000.000, dan bagi 10 juara harapan masing-masing mendapat Rp. 750.000. Untuk info lengkap dan formulir dapat dilihat di kemahasiswaan.umm.ac.id.

      Adapun souvenir yang dijadikan persyaratan lomba berupa t-shirt, topi, jaket, stiker, gantungan kunci, mug, dan vandel. Untuk tim juri, peserta tidak usah khawatir karena panitia sudah menyiapkan pelaku usaha di bidang souvenir yang memiliki jaringan untuk mengembangkan usaha ini. Ada pula beberapa juri dari pihak konsumen.

      Pada saat diumumkan melalui media sosial, kata Joko, ternyata banyak alumni UMM yang antusias dan memberi respon positif terhadap kompetisi ini. Terlebih mereka memiliki usaha dan jaringan di bidang ini. “Jadi soal pemasaran, banyak alumni yang bisa memberi jalan,” ungkapnya.

      Publikasi yang meluas diterima mahasiswa UMM dengan baik. Salah satunya Fany Puspita yang mengaku tertarik dengan perlombaan ini. “Selain tertarik dengan hadiahnya, lomba ini juga bisa dijadikan portfolio dan menambah hasil karya,” tutur mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi ini. Fany berharap lomba-lomba seperti ini sering diadakan oleh UMM. (nay/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image