IIUCP UMM Gelar 3 Workshop, Integrasikan Nilai-Nilai Ke-Islaman dan Keilmuan Psikologi

Author : Humas | Minggu, 21 Oktober 2018 15:12 WIB
Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si., Wakil Rektor I UMM (kiri) memberikan piagam penghargaan untuk Prof. Dr. Abdul Mujib, Ketua Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Islam. (Foto: Mirza/ Humas UMM)
DALAM rangka pengembangan keilmuan Psikologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman, Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan 3 workshop sekaligus. Seluruh rangkaian workshop ini  ada dalam serangkaian acara Inter-Islamic University Conference on Psychology (IIUCP). Kegiatan diselenggarakan di Gedung Kuliah Bersama IV Kampus III UMM, Ahad (21/10) kemarin.
 
Workshop yang pertama adalah “Mengembangkan Karakter Islami untuk Masa Remaja” yang disampaikan Dr. Bagus Riyono, MA Dosen Fakultas Psikologi UGM. Dalam workshop tersebut disampaikan bahwasanya untuk dapat memahami karakter seseorang, yang harus dilakukan adalah dengan memahami prinsip dasar hidup manusia yang disebut dengan fitrah atau sunnatullah. 
 
“Termasuk di dalamnya adalah remaja yang kelak menjadi pemegang tampuk kepimpinan di negeri ini. Peserta dalam workshop ini dilatih untuk memahami dan dapat mengaplikasikan berbagai cara dan pendekatan di dalam mengembangakan karakter anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam,” terang Bagus.
 
Workshop kedua yakni “Mengembangkan Karakter Islami untuk Anak-anak melalui BERLIAN: Sebuah Permainan Pembelajaran Pengalaman (Experiential)” disampaikan oleh Dr. Iswinarti, M.Si, Dosen Fakultas Psikologi UMM. Dalam workshop ini Iswinarti melatih para peserta untuk dapat mengenalkan dan membangun karakter positif anak, tentunya berdasarkan nilai ke-Islaman melalui metode yang unik yaitu permainan tradisional. 
 
Metode ini, sambung Iswinarti, terbukti mampu meningkatkan kemampuan pemecahan masalah pada anak, kemampuan pengendalian diri, kerja sama dan empati. Serta, mengandung nilai-nilai yang berkaitan dengan perkembangan moral seperti kejujuran/sportivitas, semangat pantang menyerah, motivasi untuk mencapai prestasi, maupun pembelajaran untuk kepatuhan terhadap aturan. Di dalam permainan ini juga memiliki kandungan nilai-nilai baik dan luhur (wisdom) yang sesuai dengan nilai-nilai Islam.
 
Selanjutnya, workshop ketiga disampaikan oleh Hanan Dover Ph.D seorang psikolog klinis dan forensik terkait “Mengintegrasikan Kesehatan Psikologis, Spiritual, dan Fisik untuk Kesehatan Menyeluruh”. Menurut Hanan Dover, ada berbagai informasi dan terapi psikologis yang dapat meningkatkan keberfungsian diri klien atau pasien (muslim). 
 
“Sehingga kesehatannya secara keseluruhan semakin membaik. Ia menambahkan bahwa keilmuan psikologi bukan rumpun ilmu yang terpisah tetapi juga bisa diintegrasikan dengan konsep-konsep Islam dan religiusitas,” papar Hanan yang merupakan Wakil Presiden Asosiasi Internasional Psikolog Muslim.
 
Melalui berbagai penyelenggaraan workshop ini, Adhyatman selaku ketua penyelenggara kegiatan menuturkan, harapannya para praktisi dan ilmuan muslim semakin menumbuhkan ghirohnya dalam pengembangan keilmuan maupun terapi Islam. Serta berkontribusi terhadap semakin mengukuhkannya Psikologi Islam sebagai suatu cabang ilmu pengetahuan. (nin/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image