Gubernur Jawa Timur: Muhammadiyah Berkontribusi Besar Pada Pembangunan Jawa Timur

Author : Humas | Senin, 20 Mei 2019 14:26 WIB
Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. (Foto: Rino/Humas)
Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si. hadir dalam perhelatan Kajian Ramadhan 1440 Hijriyah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Sabtu (18/5). Khofifah menyampaikan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur saat ini 2000 Trilyun. Sementara APBD Jawa Timur hanya 31 Trilyun. Angka ini idak sampai 2% bisa menstimulir seluruh gerak pembangunan. 
 
Bahkan, sambung Khofifah di Hall Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), jika seluruh aset pemimpin daerah di Jawa Jimur digabungkan, hanya akan menambah 50 Triliun atau 2,5% dari total PDRB Provinsi. “Saya ingin menyampaikan bahwa betapa penting kekompakan seluruh elemen masyarakat yang ada di seluruh jawa timur,” ungkap di depan ribuan pasang mata.
 
Dilanjutkan Khofifah bahwa pengukuran perbandingan dalam membangun masyarakat Jawa Timur adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Untuk meningkatkan itu, seluruh keluarga besar Muhammadiyah Jawa Timur sangat berperan kuat dan signifikan. Diantaranya melalui lembaga pendidikan, kesehatan, dan melalui lembaga ekonomi yang menjadi komponen penting di dalamnya.
 
“IPM Jawa Timur saat ini berada di urutan ke 15 dari 34 provinsi di Indonesia. Dan ini menjadi yang terendah dari seluruh Pulau Jawa. Kita ingin mendongkraknya. Mungkin tidak bisa dilakukan dengan APBD yang hanya 31 Triliun. Dengan demikian, pembangunan ini tidak akan terwujud tanpa kontribusi yang luar biasa, yaitu keluarga besar Muhammadiyah,” terangnya pada Sabtu (18/5) sore.
 
Baca Juga: Ramadhan Momentum Membangun Ummat Terbaik dan Bangsa Unggulan
 
Sementara disebut Ketua Umum PWM Jawa Timur Dr. KH. Saad Ibrahim, MA., di bawah naungan PWM Jawa Timur, Muhammadiyah saat ini telah memiliki 7 Universitas, 20 lebih Sekolah Tinggi, 82 buah Rumah Sakit dan Klinik, serta 1002 sekolah mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA, 120 rumah panti asuhan, serta 35 usaha di bidang ekonomi termasuk travel Jamaah Haji dan Umroh. 
 
Dalam gelaran bertema “Mewujudkan Khairu Ummah” ini, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Republik Indonesia Prof. H.A. Malik Fadjar, M.Sc. Prof A Malik Fadjar mengajak warga Persyarikatan untuk menjadikan Bulan Suci Ramadhan 1440 Hijriah sebagai tonggak untuk menatap masa depan bahwa keluarga besar Muhammadiyah adalah keluarga Khairu Ummah.
 
Malik menyerukan pada warga Muhamadiyah untuk berkiprah di berbagai bidang. “Semua itu penting untuk memberi makna guna memperkuat pergerakan Muhammadiyah dalam konteks menebarkan fastabiqul khairat untuk Indonesia,” terangnya. Malik menegaskan, Muhammadiyah tidak boleh berhenti untuk bergerak menebar kemanfaatan dan kebaikan untuk umat, bangsa dan kemanusiaan.
 
Baca Juga: Mobil KaCa UMM Berbagi Senyum Ramadhan Bersama Puluhan Anak YPAC
 
Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2005-2015 Prof. Dr. K.H. Din Syamsuddin, M.A. mengingatkan hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari. “Ada orang-orang yang melubangi dasar perahu. Maka, jika tidak dicegah dan dibiarkan, mereka akan binasa semua. Tapi jika dicegah, semua penumpang akan selamat. Maka, keharusan umat Islam untuk melakukan amar makruf nahi mungkar,” ujar Din.
 
Sebagai Khairu Ummah, umat terbaik dan pilihan, umat Islam harus bisa menghindari konflik yang bisa merusak bangsa. “Jika terjadi political chaos atau kekacauan politik, harganya terlalu mahal. Bukan saja merusak Islam, namun juga merusak persyarikatan. Mengembalikan pada keadaan semula jelas tidak mudah,” ungkapnya (19/5). Islam, tegasnya, harus menjadi warna Khairu Ummah.
 
Dalam gelaran Kajian Ramadhan kemarin, Jumat (18/5), juga diadakan buka bersama. Selain Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, acara juga dihadiri Wakil Bupati Malang  Drs. HM Sanusi, MM., Walikota Malang Drs. H. Sutiaji, Pejabat Eselon 1 Provinsi Jawa Timur, jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan perwakilan jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah. (riz/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image