Gelar Pesta Film Anak, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM Hadirkan 13 Tontonan Ramah Anak

Author : Humas | Senin, 18 Desember 2017 16:02 WIB

 

Antusias anak-anak memadati Aula BAU UMM dalam gelaran Pesta Film Anak karya Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM, Selasa (19/12). (Foto: Ariel Humas)

Senin (18/12) Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar pemutaran film bertajuk Pesta Film Anak (PFA) ke 2 di Aula BAU UMM. Pemutaran film tersebut merupakan bentuk uji publik untuk 13 film hasil karya praktikum Audio Visual 1 (AV 1) mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM angkatan 2015. Penonton PFA sendiri merupakan anak-anak serta orang tua pemeran setiap film AV 1 yang ditampilkan.

Kepala Laboratorium Ilmu Komunikasi, Jamroji, M.Comm memaparkan bahwa setiap tahun beban praktikum untuk mahasiswa Ilmu Komunikasi ditambah, termasuk untuk konsentrasi Audio Visual. Namun, ia mengaku terkesan karena meski setiap tahun tantangan praktikum semakin berat tetapi mahasiswa praktikum selalu bisa menyelesaikan praktikum dengan baik.

“Di tahun-tahun sebelumnya setelah selesai produksi, film, hanya akan dinilai saja oleh dosen pembimbing. Namun dibeberapa tahun terakhir, mahasiwa juga dituntut agar bisa melakukan kegiatan pasca produksi yaitu memasarkan film, salah satunya dengan mengadakan pemutaran film,” ujar Jamroji.

Penentuan tema film anak tidak lepas dari tangan dingin dosen pembimbing praktikum AV 1, yakni Novin Farid Styo W., S.Sos., M.Si. Menurutnya saat ini konten-konten untuk anak mulai jarang. Jika ada pun, konten tersebut biasanya merupakan produk impor dan segmentasinya juga kurang cocok dengan anak-anak di Indonesia.

“Selain jarang, tayangan televisi di Indonesia saat ini sudah sangat tidak ramah anak, oleh karena itu kami berusaha memberikan tontonan alternatif khusus untuk anak,”jelasnya.

Novin juga menambahkan, bahwa tingkat kesulitan membuat film anak yang lebih tinggi dari pada film dengan pemeran dewasa juga menjadi pertimbangan pengambilan tema ini. Menurutnya membuat sebuah konten untuk anak-anak itu tidak mudah. Selain konten harus aman untuk dikonsumsi anak-anak, tantangan lainnya adalah bagaimana mengarahkan pemeran anak-anak tersebut agar bisa lebih maksimal saat di depan kamera.

“Untuk tahun depan, tema untuk praktikum AV 1 akan tetap film anak, namun akan lebih spesifik, contohnya mainan tradisional, cerita rakyat, dan lain sebagainya,” pungkas Novin.

Kesulitan mengarahkan pemeran anak juga diamini oleh setiap kelompok praktikum, salah satunya adalah, Andi Zhafira, dari Sembilan Films. Menurutnya, mengarahkan anak dalam memerankan film ini bukan hal yang mudah. Andy mengaku sempat kualahan menghadapi tingkah polah talent utama film nya yang cukup moody. Namun hal tersebut tidak membuat ia dan kelompoknya patah semangat.

“Untuk mengajari peng-adeganan dan blocking, kami berlatih bersama talent selama satu minggu penuh, dari sore hingga malam sebelum produksi,” terang sutradara kelompok Sembilan Films tersebut. (iel/sil)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image