Franz Magnis Suseno: Masa Depan Indonesia Ada di Tangan Islam

Author : Humas | Kamis, 07 Februari 2019 16:03 WIB
Budayawan, rohaniwan yang juga pemikir Prof. Dr. Franz Magnis Suseno (kiri). (Foto: Rino/Humas)

SARASEHAN Kebangsaan Pra Tanwir Muhammadiyah yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan budayawan, rohaniwan yang juga pemikir Prof. Dr. Franz Magnis Suseno. Ia hadir sebagai panelis dalam gelaran jelang Tanwir Muhammadiyah di Bengkulu 15-17 Februari mendatang.

Di sesi pertama, Franz  membeberkan materi dengan topik "Tantangan Fragmentasi Kebangsaan dan Revitalisasi Peran Agama sebagai Perekat Ikatan Keadaban". Di diskusi ini Franz mengemukakan bagaimana Pancasila dapat menghadirkan perdamaian di Indonesia. Pancasila yang dicetuskan Bung Karno menjadi kuncinya.

"Ketika Bung Karno mencetuskan Pancasila, ia membuat paham negara alternatif yang bisa menaungi negara sekuler dan negara agama," jelas Franz. Dilanjutkannya bahwa berkat Pancasila menjadikan Indonesia dikenal sebagai negara yang tidak perlu diragukan toleransinya. Semua agama bisa hidup dengan tenang di sini.

"Meskipun 87% masyarakat Indonesia menganut agama Islam, mereka bisa menghormati orang-orang minoritas," lanjut Franz. Ia menyatakan bahwa masyarakat beragama Islam tidak mendiskriminasi masyarakat penganut agama lainnya. Mereka bisa bekerja sama dengan baik dan tetap bisa hidup damai.

Indonesia sebagai negara penganut sistem demokrasi memiliki resiko dimanfaatkan oleh kaum radikalis, fundamentalis, dan terorisme. Masyarakat Islam sebagai mayoritas di Indonesia, memiliki tanggung jawab menjadikan negara ini tetap harmonis. Lebih jauh, kata Franz, masa depan Indonesia ada di tangan umat Islam.

Mengutip buku Yuval Noah Harari "Homo Deus", disebut Franz bahwa revolusi pengetahuan sangat penting dilakukan untuk memajukan bangsa. Muhammadiyah yang didirikan K.H Ahmad Dahlan sudah melakukan revolusi itu. "Muhammadiyah harus tetap mendidik masyarakat Islam yang membuat gembira,” tandas Franz. (usa/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image