FPP UMM Siapkan Ketahanan Pangan untuk Kedaulatan Bangsa

Author : Humas | Kamis, 04 Oktober 2018 16:08 WIB
 
 
 
 
Indonesia dikenal sebagai negara dengan sumber daya alam yang sangat melimpah. Tecatat oleh World Bank, Indonesia menduduki peringkat 18 dunia dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memegang peran penting dalam ketahanan dan kestabilan pangan dunia.
 
Berkenaan dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) David Hermawan menyampaikan bahwa bidang akademik memiliki pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan formasi ketahanan pangan. 
 
"Saat ini Indonesia sedang membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten dalam menanggulangi ketahanan pangan di tahun 2030 nanti," paparnya pada Program Bela Negara di Lapangan Rindam V Brawijaya Malang, Rabu (3/10).
 
Selama tiga hari sejak Senin-Rabu (1-3/10) sekitar 1.000 mahasiswa baru FPP UMM ikut serta dalam Program Bela Negara. Kegiatan yang bekerjasama dengan Dodikjur Rindam V Brawijaya Malang tersebut diisi dengan berbagai kegiatan ruang dan lapang.
 
Wakil Komandan Rindam V Brawijaya Kolonel Infanteri Bambang Sujarwo menguraikan bahwa seluruh peserta yang terdiri dari mahasiswa baru FPP UMM angkatan 2018 tersebut mendapatkan paparan materi terkait wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan mengenal Indonesia lebih jauh. Sedangkan untuk kegiatan lapang, mahasiswa-mahasiswa ini dilatih untuk disiplin, bertanggungjawab, dan bekerja keras.
 
"Kami tidak hanya memberikan materi di dalam ruang saja, namun langsung juga diaplikasikan di lapangan," ujar Bambang
 
Selain sebagai bentuk kaderisasi human capital yang inovatif dan berdaya saing, melalui program ini FPP UMM juga ingin mematangkan teori-teori mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan pada mahasiswanya. Hal tersebut ditekankan oleh Dekan FPP UMM.
 
"Keputusan untuk mengganti kegiatan di kelas dengan kegiatan aplikatif seperti ini karena kami benar-benar ingin menanamkan jiwa nasionalisme pada diri individu utamanya mahasiswa baru," tegas pria yang juga dosen Prodi Perikanan tersebut.
 
Rektor UMM Fauzan yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara penghormatan Fauzan menyatakan bahwa kegiatan yang dilewati oleh mahasiswa-mahasiswa ini merupakan upaya UMM dalam membentuk karakter manusia Indonesia yang seutuhnya.
 
"Setelah tiga hari dididik, ditempa, dan dibentuk di sini maka saat ini Anda semua mahasiswa yang ada di sini telah memiliki karakter manusia Indonesia seutuhya. Hal ini adalah modal penting bagi Anda semua," kata Fauzan.
 
Alaykartina Baginda mahasiswa Prodi Peternakan yang menjadi salah satu pesera mengaku sangat senang bisa dilatih oleh para anggota TNI yang ada di Dodikjur Rindam V Brawijaya ini. Ia tidak menyangkan bahwa di UMM juga akan belajar banyak tentang nasionalisme, bahkan langsung dari garda teerdepan penjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
 
"Di awal saya merasa berat mau ke sini, karena saya pikir kenapa harus ikut acara seperti ini. Tapi semuanya berbanding terbalik sejak melewati hari pertama di sini," ujar mahasiswi asal Blitar tersebut. (nis/sil)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image