Indonesia English Arabic

Formula 4K yang Bikin Perguruan Tinggi Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0.

Author : Humas | Kamis, 06 Desember 2018 16:07 WIB

BERITA UMM

Sejumlah pembicara hadir dalam gelaran bertajuk Teknologi dan Rekayasa, termasuk Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rajesri Govindaraju, ST. MT. (Foto: Istimewa)

Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Dr. Ir. Samin,  MT. mengatakan, perubahan besar-besaran akan terjadi di era Revolusi Industri 4.0. Satu yang paling dominan adalah dengan hadirnya internet. Sejak kehadirannya, segala aspek kehidupan manusia mulai tergantung oleh sarana satu ini. Tentu saja, hal itu memiliki konsekuensi tersendiri, baik positif juga negatif. 

Oleh karena itu,  Samin berharap manusia dapat memanfaatkan era tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi ini, dengan sebaik-baiknya. Demikian halnya dengan aktor perguruan tinggi, mesti juga melakukan penyesuaian dengan segala tantangan yang menghadang. "Perguruan Tinggi harus siap dan ikut serta dalam menghadapi revolusi industri 4.0," ujarnya, Kamis (6/12) siang.

Jika sedikit saja lengah, sambung Samin, perguruan tinggi bakal habis dilindasnya. Oleh karenanya, kata Samin dalam sambutannya pada gelaran Seminar Nasional Teknologi dan Rekayasa, agar semua elemen perguruan tinggi musti siap menghadapi Revolusi Industri 4.0. Disebutkan Samin, beberapa hal yang dapat dipersiapkan menghadapi revolusi industri 4.0, yakni memiliki formula 4K.

Formula 4K itu yakni, perguruan tinggi harus selalu berpikir Kritis, Kreatif, Komunikasi, dan mengedepankan Kerjasama. Dalam konteks komunikasi misalnya, dijelaskan Samin, yakni agar karya berupa penelitian dan pengabdian perguruan tinggi dapat dikomunikasikan ke jangkauan yang lebih luas.. “Salah satu sarananya yang bisa dimanfaatkan di era ini yakni dengan adanya internet,” terangnya.

Selain itu, tak kalah penting menurut Samin, kunci dimenangkannya Revolusi Industri 4.0 oleh perguruan tinggi yakni dengan mengedepankan kerjasama atau kolaborasi. Karena baginya, formula komunikasi akan lebih punya daya dorong lebih baik. "Agar tercipta penelitian yang lebih baik, kerjasama atau kolaborasi juga perlu dilakukan. Baik tingkat Prodi ataupun dengan perguruan tinggi lainnya," tutupnya.

Acara ini mengusung tema "Industrial Revolution 4.0: Sustainable Technology Development for Competitiveness and Responsiveness". Hadir sebagai pemateri, Direktur Utama PT. Dirgantara Indonesia, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rajesri Govindaraju, ST. MT. (ITB). Juga, Kepala Divisi Rancang Bangun PT. Dirgantara Indonesia, Ir. Indra Wirasendjaja. (hnd/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image