Fahd Pahdepie: Narasi yang Baik Bisa Mengubah Hidup Seseorang

Author : Humas | Senin, 10 September 2018 11:04 WIB
Fahd Pahdepie bercerita pengalamannya bertemu Bang Tato
Narasi adalah bentuk pertarungan yang nyata di dunia ini. Demikian dismpaikan Fahd Pahdepie, penulis dan entrepreneur muda yang menjadi pembicara pada Taaruf Mahasiswa Baru dan Seminar Nasional, Sabtu (8/9). Sekitar 900 mahasiswa baru (Maba) dari seluruh fakultas di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)  memadati ruang aula Gedung Kuliah Bersama (GKB 3) UMM untuk menghadiri acra ini. 
 
Gelaran ini merupakan bentuk perkenalan maba dengan organisasi  kepemudaan serta kebanggaan Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Bertemakan Peran Mahasiswa dalam Menjawab Tantangan di Era Milenial, Fahd  memberikan bekal banyak dari pengalaman pribadinya. Ia pin menguraikan,  bagaimana  kekuatan narasi yang dibangun dapat membuat seseorang bertahan hidup.  
 
“Cerita adalah daya tawar kita. Cerita adalah sesuatu yang membuat kita bertahan hidup. Anda bisa berada di sini karena kualitas cerita dari hidup anda," ujarnya Sabtu (8/9).
 
Fahd yang saat kuliah juga seorang immawan, yakni sebutan untuk kader IMM, mengajak peserta seminar untuk percaya dengan kekuatan gagasan. Bila tidak dikelola dengan benar, gagasan mampu menghasilkan tindakan yang salah. Fahd pun kemudian membagikan kisah ‘Bang Tato’ yang merupakan kisah nyata seorang preman pasar yang tah berhijrah. 
 
“Dalam kasus radikalisme terorisme, orang-orang seperti Bang Tato banyak dimanfaatkan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk menjadi panglima,” kata Fahd. 
 
Melalui kisah Bang Tato, sebagai generasi milenial, Fahd ingin agar peserta juga dapat mengambil hikmah bahwa gagasan yang ada dalam pikiran seseorang bisa membuat mereka berubah dan membawa perubahan. Terlepas dari perubahan itu baik atau buruk.
 
“Kekuatan narasi bisa merubah orang. Seperti halnya Bang Tato, dia punya satus baru, dia bisa pindah dari yang dulunya dianggap sampah masyarakat menjadi orang yang mempunyai pekerjaan dan seterusnya,” terangnya. 
 
Sri Yunita Mauliza, maba asal Lombok jurusan psikologi yang menjadi peserta dalam acara tersebut mengungkapkan kepuasannya menghadiri acara ini. 
 
“Ini sangat mendidik, menarik, dan memotivasi. Pembicara yang didatangkan pun tak tanggung-tanggung, banyak sekali hal-hal yang pelajari pada seminar ini,” pungkasnya.(apn/sil)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image