Indonesia English Arabic

Euforia Kommaksi, Ikom UMM Siap Menantang Era Industri 4.0

Author : Humas | Jum'at, 05 Oktober 2018 15:11 WIB

Berita UMM

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Himawan Soetanto (kiri), saat menerima cinderamata dari Maneha Widarso director of operations Nava+ Group (Aan/ Humas UMM)
Perkembangan teknologi saat ini bergerak dengan cepat. Hal ini erat kaitannya dengan kreativitas dan inovasi yang diciptakan oleh sumber daya yang berkualitas, sehingga insan komunikasi dapat menjawab tantangan untuk menghadapi pergerakan teknologi dan persaingan di Era Industri 4.0 dengan lebih produktif dan mandiri.
 
“Tidak hanya itu, selanjutnya Insan Komunikasi harus dapat berjejaring dan pengembangan karakter, yang pada akhirnya akan membuat mental generasi muda siap menerima tantangan industri 4.0,” demikian disampaikan Himawan Soetanto, Ketua Program Studi (prodi) Ilmu Komunikasi (Ikom) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dalam konferensi pers gelaran Komunikasi Beraksi (Kommaksi), Kamis (4/10).
 
Kommaksi menjadi moment apresiasi karya mahasiswa dari berbagai praktikum tiga konsentrasi pada Prodi Ikom UMM yakni Public Relations, Journalism and Media Studies, dan Audio Visual Communication. Sederet acara digelar selama empat hari berturut-turut, diantaranya Exhibition, Workshop PR, Film dan Jurnalistik, Movie and Coffee Festival dan seminar Kata Masa dengan pemateri super menarik dan berpengalaman, serta Awarding Night sebagai puncaknya.
 
Konferensi internasional Kata Masa melalui tema “Converegence of Technology, Entertainment & Design: Empowering Indonesia” mengajak kalangan muda Indonesia beradaptasi dalam menghadapi persaingan dunia komunikasi, khususnya untuk menghadapi Era Industri 4.0. Bekerjasama dengan NAVA+ Group, acara ini berlangsung interaktif.
 
“Tujuan dari kolaborasi NAVA+ Group dan Prodi Ilmu Komunikasi UMM ini agar peserta dapat mengikuti perkembangan komunikasi yang berbasis ilmu pengetahuan, kreatifitas, inovasi, inspirasi dan juga edukasi yang berdampak positif kepada masyarakat sekitar,” terang Maneha Widarso director of operations Nava+ Group.
 
 
Dalam kegiatan ini, Kommaksi mengundang praktisi-praktisi di bidang komunikasi dari empat negara, yaitu Farris Baharom (Malaysia), Tok Tien Eu (Malaysia), Nancy Lin (Indonesia), Terence Wong (Singapura), dan Mehdi Lamloum (Tunisia). Para pemateri tersebut memaparkan pengalaman kerja masing-masing dan berbagi cerita mengenai tantangan dalam menghadapi Era Industri 4.0 dengan perspektif berbagai macam negara.
 
Menurut Nancy Lin, generasi muda saat ini adalah manusia cerdas penuh gagasan, manusia yang mampu memberdayakan kreativitas untuk menggerakkan banyak hal. Dengan daya, upaya kemampuan, ide dan gagasan dalam bentuk konten kreatif, mereka akan menjawab tantangan Era Industri 4.0. Konten kreatif sendiri, salah satunya hadir dikarenakan manusia menuntut perubahan.
 
“Intinya untuk bisa membuat konten kreatif harus bisa merumuskan tujuan dengan baik,” tandasnya.
 
Pada malam penutupan Kommaksi, dilakukan juga penandatanganan dengan beberapa instansi untuk meningkatkan daya saing mahasiswa Ikom. 
 
Diantaranya dengan Nava Group yang membuka peluang magang dan kerja bagi mahasiswa Ikom serta Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Gresik  untuk praktek mahasiswa PR  membranding Gresik menjadi kota wisata bertajuk Discover Gresik. 
 
“Saya berterimakasih kepada seluruh pihak yang mau datang kesini untuk menandatangani MoU, semoga kerja sama kita bisa kita manfaatkan sepenuhnya," pungkas Himawan. (Humas UMM)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image