Dosen UMM Kembangkan Zat Pewarna Alami Pangan dari Bunga Mawar

Author : Humas | Senin, 12 Agustus 2019 11:56 WIB
Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP pada Forum Seminar Internasional PATPI tahun 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat (Foto: Istimewa)
Penggunaan pewarna bukan untuk makanan masih menjadi pelanggaran yang terbanyak kedua pada produk pangan setelah pemanis buatan. Adapun pewarna non-pangan yang masih digunakan dan beredar bebas di pasaran seperti Rhodamin B, Methanyl yellow dan Pounceau. Hal ini tentu mengancam kesehatan masyarakat. 
 
Latar belakang ini mengunggah kepedulian Kepala Laboratorium Sentral dan Halal Center Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Dr. Ir. Elfi Anis Saati, MP untuk mengangkat penelitian berjudul Potensi Pigmen sebagai Zat Pewarna dan Antioksidan Alami untuk Mendukung Penyediaan Pangan Sehat dan Pemberdayaan Daerah. 
 
Elfi memang saat ini tengah fokus mengambil sampel bunga mawar sebagai zat pewarna alami berbasis pigmen (antosianin, karotenoid, klorofil). Pigmen yang dijadikan sampel Elfi dari organ tanaman yang terdapat pada bunga, buah dan umbi, maupun rumput laut sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan zat pewarna sintetis. 
Baca juga: Mensesneg di UMM: Ilmu Sosial adalah Pemimpin Ilmu

 

”Penggunaan bahan pewarna berbahaya secara berlebih pada makanan dapat membahayakan kesehatan manusia. Masalah yang diakibatkan karena ketidaktahuan masyarakat mengenai aturan kadar dan jenis pewarna buatan yang diizinkan, membuat saya sadar akan kekayaan hayati lokal,” ungkap Elfi saat diwawancarai, Senin (12/8). 
Produk-produk karya Elfi Anis Saati (Foto: Istimewa)
Baca juga : Pakar Ilmu Sosial di Konvensi HIPIIS: Perlu Keseimbangan Pembangunan Infrastruktur dan SDM
Penelitian ini dibagi kedalam 3 tahap, yakni eksplorasi kekayaan hayati lokal sebagai sumber pigmen penyumbang warna merah-keunguan, Karakterisasi pigmen beberapa kekayaan hayati lokal, sebagai pengganti Rhodamin B, dan uji efektivitas kadar penggunaannya  pada beberapa produk pangan seperti sari buah, jam, dan yoghurt
 
Perempuan kelahiran Pasuruan ini mengaku penelitiannya diilhami dari Alquran surat An-Nahl ayat 68-69 dimana minuman yang dikeluarkan dari perut lebah atau yang biasa kita sebut madu itu berasal dari bermacam-macam warna yang akhir-akhir ini biasa kita sebut sebagai pigmen terbukti bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit.
 
Melalui penelitiannya, Elfi mampu meraih predikat Juara Kedua mewakili Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Malang dari 14 usulan calon penerima PATPI Award 2019 oleh Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia pada Forum Seminar Internasional PATPI tahun 2019 di Kota Bandung, Jawa Barat. (riz/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image