Dosen Kehutanan UMM Raih Gelar Doktor Ilmu Lingkungan

Author : Humas | Jum'at, 01 Februari 2019 09:23 WIB
Joko Triwanto (beralmamater biru) usai menuntaskan ujian akhir. (Foto: Istimewa)
ALIH FUNGSI lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman penduduk dan industri terus terjadi. Tumbuh suburnya bangunan di lahan pertanian tersebut, membuat petani mengalami kesulitan lahan berbudidaya tanaman. Alhasil, petani harus bisa mencari cara berbudidaya tanaman yang selama ini menjadi mata pencaharian utamanya.
 
Dengan keadaan tersebut, Perhutani selaku pihak pengelola hutan mengembangkan konsep pengelolaan hutan yang berbasiskan kepada masyarakat. Salah satunya dengan pola agroforestry. Petani dapat bekerjasama untuk mengolah lahan produksi Perhutani dengan tetap menjaga tanaman pokok yang diusahakan oleh Perhutani.
 
Berangkat dari fenomena tersebut, dosen program studi Kehutanan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Joko Triwanto, meraih gelar doktor di Universitas Brawijaya Malang. Gelar ini berhasil ia raih setelah menyelesaikan studi doktoral Ilmu Lingkungan dan mengikuti ujian akhir pada Rabu (23/1) lalu.
 
Ia melakukan penelitian disertasinya yang berjudul “Pemberdayaan Petani Argoforestry Secara Berkelanjutan di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang”. Disebut Joko, pola argoforestry sebagai suatu sistem pengelolaan lahan dengan memadukan pohon dengan tanaman lain. Pola ini menjadi solusi bagi pemberdayaan petani. 
 
“Pujon sebagai sentra produksi sayur-sayuran dapat memanfaatkan hutan pinus sebagai cadangan makanan. Dalam arti lain, dapat meningkatkan efisiensi manajemen lahan dengan cadangan makanan melalui upaya menanam tanaman hortikultural atau sayur-sayuran,” jelas pria kelahiran Sukoharjo 59 tahun silam.
 
Joko yang dipromotori Prof. Dr. Ir. Zaenal Fanani, MS melanjutkan, selain dampak nyata dalam hal manajemen, dalam satu kali tanam, produksi agroforestry menghasilkan keuntungan yang tinggi dan berdampak pada pendapatan masyarakat sekitar hutan dalam pengelolaan lahan hutan produksi. 
 
“Pengkombinasisan hutan dengan pertanian dan sekaligus peternakan berdampak besar bagi petani. Baik dalam manajemen dan juga ekonomi. Sekarang petani bisa berangkat membawa pupuk untuk pertaniannya dan ketika pulang membawa rumput dari lahan untuk binatang ternaknya,” imbuh Joko.
 
Dukungan dari civitas akademika UMM juga keluarga, dianggapnya sebagai sebuah tanggungjawab yang harus segera diselesaikan. Disamping itu, komitmennya dengan memasang target ketat untuk terus menulis setiap harinya, menjadikan disertasi Joko terselesaikan tidak lebih dari 7 bulan. Joko tak mengalami kendala berarti.
 
“Dukungan itu merupakan amanah yang diberikan kepada saya. Sehingga saya merasa harus bertanggungjawab untuk menyelesaikannya. Saya juga memiliki motivasi untuk menulis minimal 5 halaman apapun itu. Dan meluangkan waktu untuk menulis sedikitnya 2 jam dalam sehari,” imbuhnya. (bel/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image