Dorong Inovasi Mahasiswa, UMM Datangkan Ilham Habibie

Author : Humas | Sabtu, 10 September 2016 14:24 WIB
Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie saat mengisi kuliah tamu.(Foto: Jalil/Humas)

UNIVERSITASMuhammadiyah Malang (UMM) tak henti berikhtiar meningkatkan motivasi mahasiswa untuk menciptakan beragam inovasi. Hal inilah yang melatarbelakangi Fakultas Teknik (FT) UMM menghadirkan Dr.Ing.Ilham Akbar Habibie MBA, pakar penerbangan Indonesia. Sabtu (10/9), putra BJ Habibie ini hadir sebagai narasumber kuliah umum bertajuk “Teknologi – Inovasi – Kewirausahaan” yang digelar di basement UMM dome.

Menurut doktor yang lahir dan besar di Jerman tersebut, teknologi merupakan bentuk penerapan dari ilmu pengetahuan. Sehingga, ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) adalah dua hal yang tak terpisahkan.

“Yang kita pelajari berupa ilmu pengetahuan ini, istilahnya masih merupakan bahan mentah saja. Bahan mentah berupa ilmu ini yang harus kita terapkan melalui teknologi. Inovasi terjadi sebagai hasil penerapan Iptek, sedangkan kewirausahaan merupakan terapan dari inovasi,” urainya di hadapan 1085 mahasiswa baru yang hadir.

Dunia industri saat ini, lanjut Ilham, sedang berada di bawah pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ilham menganalogikannya melalui  2 merk mobil, Mercy dan Kijang. Dari sisi harga, Mercy jauh lebih mahal dari Kijang. Tapi ketika keduanya mengalami kecelakaan dan hancur, lalu bahan penyusun kedua mobil tersebut dijual, harganya akan menjadi sama.

“Bahan penyusun Mercy dan Kijang sebenarnya sama, ada besi, baja, dan lain-lain. Implementasi dari ide menjadi teknologi, teknologi menjadi inovasi, dan inovasi yang dijadikan wirausaha inilah yang menjadikan nilai jualnya mahal. Saat ini, Indonesia lebih banyak mengekspor barang-barang komoditas, alias bahan baku penyusun itu, bukan hasil industrinya,” terangnya.

Dari pemaparannya ini, Ilham juga memotivasi pada mahasiswa Teknik Mesin, Elektro dan Informatika yang hadir untuk menciptakan inovasi-inovasi.

“Industri adalah lokomotif ekonomi masa depan. Mari kita bangun industri, apa pun jenis industrinya. Kalau sejauh ini Indonesia baru menjual komoditas, para insinyur, para lulusan teknik seperti kita inilah yang mempunyai  nilai plus untuk membuat produk, menciptakan inovasi, tak hanya komoditas saja,” beber Ilham.

Ilham berpesan, dengan teknologi yang semakin canggih, mahasiswa harus semakin tahu apa yang dibutuhkan oleh negara dan dunia. Dari sini, mahasiswa harus berpikir untuk lebih inovatif. Dengan menjadi mahasiswa yang inovatif, mahasiswa akan tahu tujuan dari pekerjaannya di masa mendatang, sehingga bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat.

Sementara itu, Dekan FT Ir Sudarman,MT. dalam sambutannya mengungkapkan,percepatan kemajuan FT tak lepas dari dukungan keluarga Habibie.

“BJ Habibie beberapa kali berkunjung ke UMM. Salah satu dukungan terbesarnya adalah sumbangan mesin yang masih digunakan mahasiswa untuk praktikum sampai sekarang. Kalau hari ini Pak Ilham yang datang, ini adalah Habibie junior,” ungkap Sudarman yang juga alumni FT UMM.(ich/can)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image