Dino Patti Djalal Jadi Supermentor di UMM

Author : Humas | Kamis, 09 April 2015 17:53 WIB
REHAT: Sembari makan siang di Kantin Asri UMM, Dino Patti Djalal bercengkarama dengan sejumlah mahasiswa HI yang menjadi panitia kegiatan.

MANTAN Duta Besar Indonesia untuk Amerika Dino Patti Djalal mendatangi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) untuk dua kegiatan sekaligus, yaitu mengisi kuliah tamu bertema “Emerging Power for International Relationship” dan sesi supermentor mengenai etos kerja, pengalaman hidup, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan dan peluang masa depan.

      Kegiatan yang digelar oleh Senat Mahasiswa Fakultas (SEFA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMM ini berlangsung di theatre UMM Dome, Kamis (8/4). Dibanding kuliah tamu, kegiatan supermentor lebih menarik perhatian karena pada sesi ini Dino menceritakan pengalaman dan kisah hidupnya, sejak masa muda hingga sukses seperti sekarang ini, beserta tips dan strateginya.

      Tak hanya itu, Dino juga merangkul UMM untuk menjadi university partner dalam Konferensi Hubungan Internasional yang akan diadakan oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) pada 13 Juni mendatang di Jakarta.

 

      Dino juga meminta delegasi dari UMM yang mengikuti Konferensi HI terbesar ini menggunakan jas almamater kampus. “Nantinya, logo UMM juga akan dipajang di banyak kantor kedutaan besar,” ujarnya.

      Ke depan, Dino juga berencana mengundang sejumlah tokoh Indonesia lainnya untuk menjadi supermentor di UMM. “Kegiatan supermentor ini menarik karena mahasiswa bisa terinspirasi dengan mendengar langsung kisah hidup sang tokoh,” kata pendiri FPCI ini.

BAGI PENGALAMAN: Dino Patti Djalal menginspirasi mahasiswa dengan berbagi pengalaman hidupnya pada kegiatan Supermentor.

      Sementara pada sesi kuliah tamu, Dino menjelaskan tentang fenomena terpenting di dunia Internasional dewasa ini, yakni munculnya emerging power. Menurutnya, di abad 21 ini, akan ada perubahan dunia yang mendasar, bahwa negara-negara Barat bukan lagi menjadi penentu dunia.

      Konsekuensinya, lanjut Dino, perubahan itu akan memunculkan negara-negara emerging power, di mana negara-negara berkembang kian diperhitungkan keberadaannya. “Indonesia juga diperhitungkan sebagai negara emerging power,” tukas mantan jubir presiden SBY ini.

      Dosen HI UMM Ruli Inayah Ramadhan yang menjadi moderator pada kegiatan ini menilai, potensi Indonesia sebagai emerging power ini harus diperhatikan guna membangun internasionalisme antar bangsa. “Mental internasionalisme bangsa harus dibangun. Salah satu media penyadarannya melalui kegitan seperti ini,” katanya. (dar/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image