Dialog dengan Mahasiswa UMM, Mendikbud Ungkap Strategi Kembangkan Minat-Bakat Siswa

Author : Humas | Rabu, 22 Maret 2017 16:48 WIB
Salah seorang mahasiswa UMM bertanya pada Mendikbud Muhadjir Effendy tentang sistem pendidikan Indonesia.

SELEPAS menjadi pembicara kunci pada kegiatan uji publik RUU Sistem Perbukuan 2017, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP menyempatkan diri memberi kuliah umum pada mahasiswa di masjid AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Rabu (22/3).

Pada kuliah umum ini, Muhadjir memberi kebebasan pada mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan tentang sistem pendidikan Indonesia. Antusiasme tampak jelas pada beragam pertanyaan yang muncul.

“Mengapa di Indonesia siswa mesti mempelajari banyak mata pelajaran, Pak? Sementara di negara lain, siswa diarahkan untuk fokus pada bakat dan minatnya sejak di bangku sekolah,” tanya salah satu mahasiswa.

Menanggapi hal ini, Muhadjir mengakui bahwa sistem pendidikan di Indonesia masih perlu dibenahi. Muhadjir menyadari pentingnya untuk memfokuskan bakat dan minat siswa. Tapi, di sisi lain, banyaknya mata pelajaran yang diberikan sejak di bangku sekolah dasar hingga menengah juga bertujuan untuk memberi kesempatan pada siswa memilih dan mengarahkan minat dan bakatnya sendiri.

Tetapi, Kemendikbud juga tak begitu saja tinggal diam. Ke depan, Muhadjir akan mengkaji lagi mata pelajaran dan mengurangi mata pelajaran yang dinilai kurang efektif. Selain itu, pendidikan karakter juga akan dikuatkan pada siswa sejak dini. Salah satunya, pembelajaran di luar ruangan (outdoor).

Tak hanya soal fokus bakat dan minat, mahasiswa juga mengkritisi maraknya kriminalitas yang pelakunya banyak dari remaja usia sekolah.

“Kasus kriminalitas remaja disebabkan salah satunya oleh kesenjangan waktu antara sekolah dengan keluarga. Waktu di antara keduanya inilah yang sering membuat siswa lengah. Oleh karenanya, waktu berkegiatan di sekolah yang diperpanjang ini jadi salah satu strategi agar siswa memanfaatkan waktunya dengan positif,” papar Muhadjir.

Selain kuliah umum oleh Mendikbud RI, wakil ketua Komisi X DPR RI Ir HAR Sutan Adil Hendra MM juga memberikan motivasi pada mahasiswa untuk menjadi insan yang cerdas. Menurutnya, masa-masa menjadi mahasiswa adalah kesempatan emas untuk mengembangkan diri melalui berbagai kegiatan.

“Salah satu ciri orang cerdas adalah bisa memanfaatkan momentum. Jadi mahasiswa adalah kesempatan emas, jangan sia-siakan,” pesan Sutan. (ich/han)

Shared:

Komentar