Kapolres Malang Ajak Mahasiswa Wujudkan Pemilu Damai

Author : Humas | Kamis, 25 Oktober 2018 09:53 WIB
Yade Setiawan Ujung, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malang (Foto: Mirza/Humas UMM)

DALAM enam bulan terakhir, Malang Raya dirundung duka korupsi. Mulai dari kasus korupsi yang menjegal Wali Kota Malang, Mochamad Anton, 41 Anggota DPRD Kota Malang dan yang terakhir korupsi Bupati Kabupaten Malang, Rendra Kresna.

Hal inilah yang menggerakkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Malang Raya untuk mengadakan Seminar Anti Korupsi dan Deklarasi Damai Pemilu 2019.

 
Acara dibuka langsung Wakil Rektor III Dr. Sidik Sunaryo, SH., M.Si., M.Hum. Dalam sambutannya, ia menggambarkan sosok seorang pemimpin dan rakyat yang ideal. "Pemimpin itu adalah manusia setengah dewa. Bisa membuat orang susah menjadi bahagia, namun juga bisa sebaliknya," jelasnya.
 
Maka dari itu, sambungnya, seorang pemimpin harus bersungguh-sungguh dalam menjalankan amanahnya dan tentu rakyat perlu mengawal setiap jengkal kebijakannya.
 
Hadir pula sebagai keynote speaker, Yade Setiawan Ujung, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Malang. Dalam pidatonya, Yade memaparkan data-data terkait kasus korupsi. Salah satunya adalah corruption index yang dikeluarkan oleh Transparency International. Indonesia menempati posisi 118 dari 176 negara di dunia. Artinya, sambung Yade, Indonesia dikategorikan sebagai negara gawat korupsi.
 
Yade menjelaskan pula, bahwa Polres Malang sejak awal tahun 2018 ini sudah melakukan penyidikan terhadap sembilan kasus korupsi. Rata-rata kasus yang ditangani adalah kasus Dana Desa. Hal ini ditengarai karena banyak Kepala Desa tidak memiliki keterampilan mengelola anggaran. Penyalahgunaan dana biasanya digunakan untuk kepentingan pribadi.
 
Menjelang tahun politik 2019, Kapolres yang lahir di Jakarta ini, mengajak kepada seluruh mahasiswa untuk mewujudkan Pemilu yang aman dan damai. Hal ini perlu diusahakan agar seluruh perputaran baik ekonomi maupun aktivitas sosial dapat berjalan dengan lancar. 
 
Menjelang sesi diskusi, seluruh peserta  melaksanakan Deklarasi Damai Pemilu 2019. Beberapa isi deklarasinya adalah tidak menyebarluaskan hoax, terlibat aktif dalam penyelenggaraan Pemilu damai serta menjaga dan menjunjung tinggi nilai-nilai Undang-undang Dasar 1945. (Humas UMM)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image