David Anderson: Court Modernization Sebuah Keharusan

Author : Humas | Kamis, 19 November 2009

Dalam kuliah tamu American Corner (Amcor) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rabu (28/10) tadi, David Anderson bicara banyak mengenai pemodernan pengadilan. Baginya, Court Modernization adalah keharusan. Dia memaparkan di negara manapun muara peradilan adalah justice (keadilan), transparasi hukum dan keterbukaan. Peradilan diharapkan layaknya sebuah bank. Orang dapat mengakses informasi saldo, arus transfer dana, antrean yang tertib dan semua terlayani dengan baik karena sistem informasi yang memadai dan modern.

“Meski sistem peradilan di Indonesia berbeda dengan di Amerika Serikat, namun semangatnya sama yakni keadilan. Di Indonesia dikenal pengadilan agama dan pengadilan negeri yang berbeda dengan di AS. Tetapi sistem modern semacam recording kasus dan pendokumentasiannya mestinya sama. Pengadilan tidak perlu terlalu lama untuk membuat keputusan hanya untuk menunggu data atau file hilang,” kata Anderson.

Lebih lanjut Anderson mengritik, pengadilan di Indonesia selain banyak yang menyimpang juga sering berlama-lama. Padahal jika semua diatasi dengan teknologi modern, maka semua masalah dapat dipermudah. “Pendokumentasian berkas dengan kertas sudah tidak jamannya lagi. Kini saatnya memodernkan perangkat hukum dengan teknologi sistem informasi,” lanjut Anderson di tengah-tengah peserta kuliah tamu yang juga dihadiri dekan FH se-Malang.

Di Indonesia, Anderson adalah Chief of Party of the Indonesia Anti-Corruption and Commercial Courts Enhancement (In-ACCE) Project. Lembaga yang didirikan oleh USAID/ Indonesia ini memiliki program salah satunya adalah reformasi pengadilan melalui manajemen modern. Semisal otomatisasi pengadilan, cash-flow management dan manajemen sumber daya manusia.

Sebelum menjadi pengacara, Anderson juga dikenal sebagai volunter perdamaian di Zaire selama tiga tahun. Di sana dia membangun komunitas melalui pelayanan kesehatan dan pelayanan masyarakat pedesaan.

Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) UMM, Suparto, mengatakan selain dekan FH se-Malang, kuliah ini juga dihadiri oleh dosen dan mahasiswa yang memiliki kaitan dengan kajian hukum, seperti Fakultas Hukum dan FISIP di UMM. Namun tidak menutup kemungkinan juga masyarakat umum yang tertarik dengan pembahasan mengenai modernisasi pengadilan pada umumnya. Tidak hanya itu, melalui kuliah tamu yang rutin digelar akan membiasakan mahasiswa dengan kuliah bahasa asing.

Suparto, menambahkan, sudah menjadi agenda rutin Amcor UMM. Pada periode tertentu, Amcor selalu memperoleh dosen tamu untuk memberi wawasan mengenai isu-isu aktual, terutama dari perspektif Amerika. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan isu-isu lokal juga dibahas dalam perspektif global. “Jadi forum ini tidak hanya untuk memperkaya perbendaharaan bahasa Inggris saja, melainkan juga membangun kultur dan sentuhan kajian-kajian internasional. Kita harus membiasakan diri berdiskusi secara ilmiah dengan orang asing,” pungkas Suparto. (nash)

 

 

 

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image