CEO Indonesia Medika Ajak Pemuda Indonesia Stop Mengkritik dan Mulai Cari Solusi

Author : Humas | Kamis, 27 September 2018 09:40 WIB
dr. Gamal Albinsaid CEO Indonesia Medika di Dome UMM, Selasa (27/9)
 
Jika ingin menikmati hidup pastikan melakukan tiga hal ini, yaitu bekerja di bidang yang disukai, bekerja di bidang yang dikuasai dan bagaimana pekerjaan tersebut dapat bermanfaat bagi orang lain. Hal ini disampaikan dr. Gamal Albinsaid CEO Indonesia Medika pada gelaran EMTEK Goes to Campus di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Selasa (26/9).
 
 “Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati dan jangan korbankan mimpi hanya untuk recehan rupiah,” ujarnya menyemangati sekitar 6.000 mahasiswa yang hadir.
 
Pria yang juga bergerak di dunia socialpreuneur ini menyampaikan, bahwa mengikuti passion menjadi salah satu hal yang menuntunya meraih beberapa prestasi dalam hidup. Gamal yang menyukai anak kecil, suatu ketika terketuk hatinya ketika melihat seorang anak pemulung yang harus meregang nyawa karena penyakit diare lantaran kekurangan dana untuk mengakses fasilitas kesehatan.
 
Ternyata, kasus serupa sangat banyak terjadi di Indonesia. Menurut data yang ia peroleh, ada jutaan anak dibawah usia 5 tahun yang meninggal akibat kekurangan layanan kesehatan. Dari sini ia pun berinisiatif untuk mendirikan Indonesia Medika (Inmed) dan menjalankan berbagai program untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan, salah satunya melalui asuransi sampah. 
 
“Kami membuat info untuk masyarakat kurang mampu memperoleh layakan dan informasi kesehatan. Untuk asuransi sampah, hanya dengan membayar sampah 10 ribu rupiah per bulan maka masyarakat akan dapat layanan gratis berobat hingga rawat inap,” ujar pria asli Malang tersebut membakar semangat para generasi muda.
 
Selain melalui asuransi sampah yang dapat digunakan untuk berobat di Klinik Inmed, Gamal juga bergerak memberikan pengabdian terbaiknya melalui program siapapeduli.id dan homemedika.com. Siapapeduli.id merupakan platform pembiayaan kesehatan menggunakan pendekatan digital, sosial media dan gerakan kerelawanan. Sementara itu homedika.com menghubungkan antara tenaga kesehatan dengan masyarakat dalam rangka memberikan layanan kesehatan yang lebih mudah.
 
Program ini bahkan telah berhasil mengumpulkan 500 relawan dan dengan total dana yang cukup besar. Bahkan, dana yang dikumpulkan pernah mencapai ratusan juta rupiah untuk membantu operasi seorang bayi pasien pendarahan otak. 
“Jadi yang punya facebook jangan hanya dipakai untuk pajang foto selfie saja ya. Program ini usianya pendek tapi sudah membantu lebih dari ratusan orang di Indonesia,”ujarnya.
 
Terakhir Gamal berpesan kepada para mahasiswa yang tengah berada dalam masa-masa terbaik untuk terus memelihara passion dalam berkarya. Ia pun berharap agar para mahasiswa tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang dimiliki di usia emas ini.
 
“Masa muda ibarat matahari yang paling terang.  Jadi jangan sia-siakan masa ini. Tugas pemuda Indonesia bukan lagi mengkritik tapi tugas kita melahirkan solusi. Percayalah jika kita sempurnakan  niat maka Tuhan akan sempurnakan pertolongan-Nya,” pungkas pria yang telah banyak meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional, salah satunya "The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneur" dari Pangeran Charles di Inggris setelah menyisihkan 511 wirausaha peserta dari 90 negara.
 
Apa yang disampaikan dr. Gamal sejalan dengan Wakil Rektor I UMM Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. yang juga menegaskan bahwa mahasiswa adalah kekayaan bangsa yang perlu dijaga dan dipelihara untuk masa depan Indonesia. 
"Pagi ini kita berdiri dihadapan ratusan milenial yang dimiliki UMM dan mereka ini adalah aset untuk kemajuan bangsa ini,"tandasnya.
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image