Buku

Author : Humas | Kamis, 19 November 2009

 

Buku berjudul “Intellectual Capital” karya dosen Akuntansi Fakutas Ekonomi (FE) UMM, Ihyaul Ulum Sabtu (24/10) kemarin diluncurkan di aula BAU UMM. Buku yang ditulis setebal 258 halaman tersebut disebut sebagai buku yang langka karena belum banyak yang membahas tema serupa. “Masih jarang yang menulis tema ini, padahal peminat kajian intellectual capital, baik untuk skripsi maupun tesis sekarang sudah mulai banyak,” kata Ulum, panggilan penulis buku ini.

            Sejauh ini kajian intellectual capital (IC) di UMM mulai banyak diminati. Indikatornya, banyak judul skripsi yang menyentuh persoalan aset intelektual yang sering diremehkan oleh perusahaan-perusahaan besar ini. Dekan FE UMM Dr. Nazarudin Malik, mensinyalir minat mahasiswa FE tentang IC ini merupakan gejala positif. Untuk itu perlu rujukan yang lengkap dalam mengkajinya. “Apalagi buku tentang IC di Indonesia masih belum ada. Kalaupun ada itupun buku impor yang berbahasa Inggris dan tidak menyentuh kasus Indonesia,” kata Nazarudin mengapresiasi buku IC tersebut.  

Tema IC menjadi menarik karena ada gejala perusahaan-perusahaan besar yang lebih mengutamakan aset fisik daripada intelektual. Mereka mudah memecat karyawan yang memiliki potensi intelektual akibat interaksi dengan perusahaan tersebut. “Sehingga kalau mereka keluar dari perusahaan itu, mereka juga membawa aset intelektual yang bisa digunakan untuk mengembangkan usaha yang sama di luar. Ini cukup berbahaya,” lanjut Ulum. (nash)

 

             

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image