BIPA UMM Dampingi Profesor dan Petinggi Perusahaan Korea Selatan Belajar Bahasa dan Budaya Indonesia

Author : Humas | Senin, 04 Februari 2019 15:26 WIB
Berfoto bersama sambil menunjukan simbol cinta ala Korea 'Sarangheo". (Foto: Mirza/Humas)
BAHASA Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Senin (4/2), menerima 3 warga negara Korea Selatan untuk belajar bahasa dan budaya Indonesia. Yakni Kim Boong Hee seorang Profesor Ekonomi, Jung Sung Soon profesor Bahasa Inggris dan Nam Kwak Hong seorang petinggi perusahaan. 
 
“Belajar bahasa Indonesia memang tidak mudah. Namun belajar dalam waktu singkat di BIPA mudah-mudahan membawa banyak manfaat dan pengetahuan,” kata Dr. Arif Budi Wurianto, M.Si., Kepala BIPA UMM menyampaikan sekilas pembelajaran yang bakal diterima ketiganya. Mereka belajar bahasa dan budaya Indonesia selama sebulan. 
 
Untuk diketahui, bahasa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri bagi orang asing. Menurut data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI, pada tahun 2017 saja ada 45 negara dan 250 lembaga yang mengajarkan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia disukai karena memiliki tantangan dalam mempelajarinya.
 
Sebelum tiba di UMM, ketiganya sudah terlebih dulu belajar bahasa Indonesia selama 3 bulan bersama Korena Muslim Federation. “Kami belajar tiga bulan. Bahasa Indonesia sangat sulit, tetapi kami suka,” ungkap Jung Sung Soon diiringi tawa. Mereka juga, diakui Jung, sudah dapat menghapal berbagai angka, nama hari, bulan dan tahun.
 
Setelah belajar bahasa, di hari Jumat, tim BIPA UMM akan mengajak mereka untuk belajar budaya Indonesia. Seperti membatik dan berkunjung ke tempat-tempat bersejarah. Misalnya ke Candi Badut. Juga, mengenal berbagai hasil karya tradisional. Misalnya kegiatan membatik yang akan didampingi Lembaga Kebudayaan UMM.
 
Animo studi di jurusan Indonesia memang sedang membahana di Korea Selatan. Di hampir semua kota besar di Korea Selatan, selalu saja ada universitas yang mengajarkan setidaknya bahasa Indonesia. Seusainya belajar bahasa dan budaya Indonesia di BIPA UMM, mereka berencana mengajarkan ulang ke mahasiswanya.
 
Jung juga mengungkapkan ketakjubannya pada UMM. “Ketika saya masuk UMM saya lihat kampusnya besar dan bersih. Semuanya sangat baik, saya suka,” katanya. Ia mengaku dirinya akan merekomendasikan BIPA UMM sebagai tempat belajar bahasa Indonesia ke koleganya, sekembalinya mereka ke Busan, Korea Selatan. (mir/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image