Belum Genap Dua Bulan Kuliah di UMM Sudah Sabet 3 Medali, 2019 Kembali Targetkan Emas di Itali

Author : Humas | Selasa, 16 Oktober 2018 15:35 WIB
Shofi saat tengah memeragakan salah satu jurus Karate. (Foto: Aan/ Humas UMM)
BELUM genap dua bulan berkuliah di Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), Shofiyah Nur Yustina, Mahasiswi Program Studi Manajemen angkatan 2018 sudah miliki tiga prestasi dalam kejuaraan Karate. Perempuan yang akrab dipanggil Shofi itu menyabet dua medali emas di Anjuk Ladang Karateka dalam pertandingan Kata Perorangan dan Bondowoso Ijen Championship di kategori yang sama, September lalu.  
 
 
Sementara itu, masih di bulan yang sama, Shofi juga menyabet medali perunggu di Bondowoso Ijen Championship dalam pertandingan Kumite Beregu. “Saya ikut Karate sejak kelas 4 SD, awalnya memang tertarik dan cuma nyoba-nyoba. Eh, jadinya ikut Karate beneran,” kata Shofi yang sudah memenangi berbagai kejuaraan sejak kelas 5 SD. 
 
Shofi didukung penuh oleh sang Ayah yang menginginkan anaknya menjadi wanita yang tangguh dan tahan banting. Sedangkan sang Ibu, tetap turut mendukung, tapi setiap kali Shofi berlaga sang Ibu selalu enggan melihat anaknya cedera. “Dulu saya pernah kena tendang di kepala sampai pernah kurang bisa mendengar sampai beberapa hari,” jelas Shofi. 
 
Cita-cita Shofi adalah menjadi atlet Karate internasional. Ia berlatih Karate setiap hari selama tiga sampai empat jam. Namun ketika menjelang pertandingan, ia fokus mengikuti Training Camp yang dilaksanakan selama tiga bulan dan berlatih selama delapan sampai sembilan jam per hari. 
 
Kerja keras memang tak pernah mengkhianati hasil. Waktu Shofi masih duduk di bangku SMA saja, ia sudah berhasil menyabet dua medali emas di kejuaraan internasional yang diselenggarakan Shotokan Karate-Do International Federation (SKIF), Itali. Saat ini Shofi masih mencari sponsor untuk kembali bertanding di SKIF pada bulan Januari 2019 mendatang di Itali. 
 
“Saya ingin bertanding kembali di SKIF karena lawannya sekarang lebih menantang yaitu pemenang platnas-platnas dari berbagai negara,” jelas Shofi. Dari Karate ia belajar bersyukur karena bisa diberi kesempatan juara dan berkeliling Jawa Timur hingga ke Itali secara gratis. 
 
Selain itu dia bisa mengenal diri sendiri dengan baik. “Saya jadi mengerti batasan kemapuan saya sampai di mana. Dan ternyata dengan berlatih keras saya bisa melampauinya,” ungkapnya.
 
Meskipun bercita-cita menjadi Atlet Karate Internasional, Shofi tidak meninggalkan kuliahnya. Ia tetap giat belajar dan mengerjakan tugas yang diberi dosen. “Karena jadi Atlet aja di Indonesia tidak bisa menjamin masa depan, jadi harus mandiri. Jadi pesan saya kepada teman-teman yang mengikuti kejuaraan olahraga, jangan cepat menyerah dan tetap harus bisa menyeimbangkan antara kejuaraan, kuliah, dan mengerjakan tugas,” pungkasnya. (Humas UMM)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image