Bangga UMM Terapkan Kehidupan Toleransi

Author : Humas | Senin, 02 September 2019 19:22 WIB
Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh (Foto: Rino/Humas)
Pembukaan Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) resmi di buka. Perhelatan pembukaan pesmaba, Senin (2/8), ditandai dengan apel pagi di Helipad UMM. Upacara dihadiri Rektor UMM, segenap satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh Malang dan segenap Civitas Akademika UMM. 
 
Marsekal Pertama (Marsma) TNI Hesly Paat Komandan Pangkalan TNI Udara (Danlanud) Angkatan Udara Abdulrachman Saleh, yang diberi kehormatan dengan didapuk sebagai inspektur upacara dalam upacara pembukaan PESMABA 2019, memberikan amanat kebangsaan kepada 7611 mahasiswa baru tentang bagaimana cara menanamkan rasa persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia.
 
Pada orasi singkatnya, Komandan Hesly memberikan pesan kepada mahasiswa baru untuk mempunyai kemandirian dan kedewasaan selama mengemban ilmu di Kampus Putih, UMM. “Yakni dengan selalu membawa kerukunan, toleransi di tempat dan kehidupan sosial yang baru, sehingga dapat membawa nama baik kampus di manapun mereka berada,” kata Komandan Hesly.
 
Baca juga: Mahasiswa Harus Berkhidmat Memajukan, Mencerdaskan dan Mencerahkan Bangsanya
 
Sembari memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI),  Danlanud yang juga bertugas sebagai inspektur upacara pembukaan Pesmaba. Hesly juga menghimbau agar tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah gugur. “Sejak dulu, mereka telah menanamkan tentang bagaimana  membawa Bangsa Indonesia dalam harmonisasi keberagaman dan toleransi,” ungkap Hesly.
 
 
Pemerintah Indonesia tengah berupaya untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme warga negara, khususnya kepada generasi muda. “Walaupun perkembangan dunia internasional telah mengikis rasa nasionalisme kita. Tujuan dari usaha ini adalah agar Indonesia sebagai salah satu negara di dunia yang memiliki kemajemukan, tetap lestari sepanjang masa,” ungkapnya.
 
Baca juga: Persembahkan Kursi Wisuda VIP untuk Orang Tua
 
Sejak berdirinya bangsa Indonesia, para founding father telah meletakkan prinsip fundamental bernegara dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Peristiwa demo baru-baru ini di Papua merupakan contoh nyata pentingnya kita menjunjung tinggi toleransi, keberagaman, dan berbagai berbedaan, serta mengutamakan dialog kerukunan, kebersamaan, kedewasaan dan nasionalisme kita.  
 
Oleh sebab itu, Komandan Hesly sangat menyayangkan kejadian tersebut dan di sisi lainnya turut bangga, karena UMM sebagai salah satu kampus yang meskipun berbasis agama, namun mahasiswa, civitas akademika dan seluruh masyarakat yang ada di dalamnya dapat menjadi inspirasi dan mewujudkan contoh nyata dari sikap persatuan dan kesatuan sebagai Bangsa Indonesia.
 
“Salut untuk Universitas Muhammadiyah Malang. Saya sangat mengapresiasi dalam hal keterbukaannya menerima mahasiswa dengan beda ras, suku bangsa dan agama, namun masih saling berjalan di tengah keberagaman dalam menerapkan suasana toleransi.” tutur Hesly. Sebagai informasi, pada tahun ini UMM juga menerima 93 orang mahasiswa asing yang berasal dari 24 negara. (yas/can)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image