Aplikasi Android Kian Diminati, Siapkan PlayStore versi UMM

Author : Humas | Selasa, 10 Maret 2015 12:57 WIB
APLIKASI UNGGULAN: Mahasiswa Teknik Informatika UMM berhasih membuat aplikasi android unggulannya, yaitu Ongkos Kirim Indonesia (Ongkir). Aplikasi ini berhasil diunduh lebih dari 10 ribu pengguna android.

SETELAH sebelumnya sukses dengan UMM Messenger, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali hadir dengan aplikasi android unggulannya, yaitu Ongkos Kirim Indonesia (Ongkir). Aplikasi yang telah diunduh lebih dari 10 ribu pengguna ini merupakan karya dua mahasiswa Teknik Informatika (TI) UMM, yaitu Yusuf Fachroni dan Puput Dwi Putri.

      Dalam pembuatannya, dua mahasiswa ini juga dibantu tiga rekan lainnya yang juga mahasiswa TI UMM, yaitu Sofyan Antoniawan, Andi Rizki dan Aulia Wardhana. Kelima mahasiswa ini membuat tim bernama PaperPlay Studio yang sekaligus menjadi nama perusahaan mereka.

      Selain Ongkir, PaperPlay Studio telah membuat sepuluh aplikasi android lainnya. “Namun, aplikasi Ongkir yang paling mendapat apresiasi, terbukti sejak September hingga saat ini sudah mencapai lebih dari sepuluh ribu unduhan,” terang Yusuf Fachroni saat ditemui di Laboratorium TI UMM, Selasa (10/3).

      Ongkir itu sendiri, menurut Yusuf, merupakan aplikasi yang berfungsi mengecek berapa ongkos kirim berdasarkan kota asal dan tujuan, serta berat paket untuk jasa pengiriman JNE, TIKI dan Pos Indonesia. “Tak hanya itu, aplikasi ini juga dapat mengkalkulasi berapa ongkos kirim termurah yang bisa digunakan,” tambahnya.

      Inspirasi dibuatnya aplikasi ini bermula dari permasalahan pribadi Yusuf yang dalam penjualan online kesulitan menentukan berapa ongkos kirim kepada konsumen. Maka, dibuatlah aplikasi yang bisa di-download dengan mudah pada smartphone yang berbasis android.

      Kreativitas mereka tak hanya berhenti dalam membuat aplikasi android saja. Saat ini, mereka tengah mengembangkan UMM Play, yaitu sejenis PlayStore versi UMM. Inisiatif ini muncul karena selama ini, untuk meng-upload aplikasi ke PlayStore dikenakan tarif sebesar 300 ribu. “Diharapkan, dengan adanya UMM Play, mahasiswa UMM dapat meng-upload aplikasi miliknya secara gratis. Dengan begitu, mahasiswa akan lebih semangat berkarya,” jelasnya.

      Kepala Lab TI UMM Hariyadi mengatakan, UMM terus mendorong mahasiswa untuk lebih kreatif. “Untuk itu, Lab TI tiap semesternya menargetkan, harus ada program unggulan yang bisa dipublikasikan. Itu bisa berasal dari tugas kuliah mahasiswa, atau murni kreativitas mereka.”

      Hariyadi menambahkan, dengan adanya dukungan kuat dari pihak kampus, di Lab TI telah disediakan fasilitas dan alat-alat lengkap yang dapat meningkatkan kreativitas mahasiswa. “Alhamdulillah, hal itu sangat berdampak pada produktivitas mereka. Makin banyak karya-karya mereka yang berkualitas,” ungkapnya.

      Selain Yusuf dan Puput, mahasiswa TI UMM penggagas UMM Messenger Ali Usman juga sangat produktif membuat aplikasi android. Di PlayStore, terdapat 25 aplikasi android hasil karyanya. (nis/han)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image