Indonesia | English | Arabic
Rabu, 03 September 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Beri Peluang Mahasiswa Magang ke Luar Negeri

Rabu, 26 Oktober 2011 | 11:28:38 WIB | Dibaca: 1310

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 727  icon pdf 727  doc 727 Berita Persyarikatan icon ps 727

 

PADA tahun 1990, STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe yang berada di Jalan Darussalam, Lhokseumawe hanyalah Sekolah Perawat Kesehatan (SPK). Seiring tuntutan agar tersedianya SDM bidang kesehatan, pengelola pada tahun 2000, berhasil mengonversi SPK Muhamadiyah menjadi Akper Muhamadiyah.

Akper itu hanya bertahan tujuh tahun. Karena pada tahun 2007, dilakukan peningkatan jenjang pendidikan menjadi STIKes. “Tujuan pembentukan STIKes yaitu mewujudkan sarjana muslim yang berkualitas memiliki kompetensi sesuai bidangnya guna mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” jelas Kabag Umum STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, Irawan Salri SE MBA.

STIKes Muhammadiyah, menurutnya, ada dua program studi yaitu D III Keperawatan dan Sarjana Keperawatan. Namun, lanjut Irawan, program sarjana keperawatan lebih diminati. Buktinya, jumlah mahasiswa di program S-1 itu lebih banyak dibanding D III. “Total mahasiswa kita sekarang 1.110 orang. Dari jumlah itu, 732 orang adalah mahasiswa S-1 dan sisanya 378 orang mahasiswa D III,” rincinya.

Dalam menunjang mutu pendidikan, lanjut Irawan, prasarana dan sarana yang disediakan pun sudah sangat memadai. Dimulai dari ruang belajar sebanyak 10 unit, ruang laboratorium, pustaka, ruang rapat dan sejumlah fasilitas lainnya. “Khusus laboratorium, alat yang tersedia cukup banyak, bahkan sudah bisa dikatakan mini hospital. Hingga mahasiswa pun akan lebih mudah mengenal alat-alat medis,” urainya.

Dalam memberikan peluang praktik pada mahasiswa, tambahnya, pihak kampus telah menjalin kerja sama dengan sejumlah rumah sakit, di antaranya Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Rumah Sakit Umum Bireuen, Rumah Sakit Zainoel Abidin Banda Aceh, Rumah Sakit Ibu dan anak Banda Aceh, Rumah Sakit Jiwa Banda Aceh, Rumah Sakit Pusat Adam Malik, Rumah Sakit Jiwa Pusat Medan, Rumah Sakit Datuberu Takengon. “Juga mahasiswa bisa praktik ke seluruh puskesmas yang ada di Aceh Utara,” ungkapnya.

Diakuinya, pada Mei 2011, pihaknya telah menandatangani MoU dengan pihak Open University Malaysia. MoU ini berisikan mahasiswa STIKes Muhammadiyah dibolehkan magang ke universitas tersebut. “Sejauh ini memang belum ada mahasiswa yang kita kirim, tapi kini terus kita persiapkan,” demikian Irawan.




Terkomentari

    Agenda