Indonesia | English | Arabic
Jumat, 31 Oktober 2014
Anda di : UMM >> Berita >> Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Berita Persyarikatan Muhammadiyah

Pemkot Banjarbaru Pelajari Penataan Lingkungan Di Kota Pekalongan

Kamis, 21 Maret 2013 | 10:31:13 WIB | Dibaca: 641

facebook umm twitter umm delicious umm digg umm icon print preview 2466  icon pdf 2466  doc 2466 Berita Persyarikatan icon ps 2466

 

Pekalongan, Info Publik  - sebagai daerah baru yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Banjar, kalimantan Selatan, Pemkot Banjarbaru mengaku perlu mempelajari banyak hal dari Kota Pekalongan. terutama dalam Penataan Likungan pemukiman Berbasis Masyarakat  (PLP-BK). Karenanya mereka melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Pemkot pekalongan Rabu (20/3). Rombongan berjumlah sekitar 30 orang itu langsung dipimpin oleh Walikota Drs HM Ruzaidin Noor MAP.

 

Menurut Ruzaidin Wilayah Banjarbaru terdiri atas lima Kecamatan dan 20 Kelurahan dengan penduduk mencapai sekitar 200 jiwa. "APBD pada tahun ini mencapai 637 Miliar rupiah. Sebagai wilayah baru, kami ingin banyak belajar dari daerah lain dan salah satunya dengan Kota Pekalongan, misalnya dalam program PLP-BK," katanya.

 

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Ir Muhammad Feizal saat menyampaikan ucapan selamat datangnya menegaskan Pemkot Pekalongan berencana segera menentukan tiga daerah replikasi baru untuk tahun 2013 ini, bagi pelaksanaan program Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas (PLP-BK).

 

Ketiga daerah replikasi baru tersebut saat ini masih dalam tahap penilaian dan seleksi, diperkirakan masing-masing daerah mendapatkan 1 Miliar. PLP-BK merupakan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan masyarakat di Kota Pekalongan dan telah dimulai sejak tahun 1999. "Pada awalnya program ini masih bernama Proyek Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP). Ada delapan kelurahan yang menjadi lokasi pada waktu itu yakni Medono, Podosugih, Bendan, Noyontaan, Kandang Panjang, Krapyak Lor, Jenggot dan Kraton Lor," ujarnya.

 

Pada P2KP tahap 2 yakni tahun 2003 meningkat menjadi 21 Kelurahan dengan dana sebesar 2,95 Miliar. Tahun 2006 Pemkot mencanangkan replikasi P2KP agar tidak terjadi kesenjangan dengan kelurahan lain dalam pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Diberikan kepada 17 Kelurahan. "Mulai tahun 2006 hingga 2008, pelaksanaan dan pencairan dana BLM Paket P2KP Kota Pekalongan dilakukan secara bertahap dalam tiga tahun. Tahun 2006 Rp 2 miliar, tahun 2007 Rp 2,5 miliar dan tahun 2008 Rp 3 miliar," tandas mantan kepala DPU ini.

 

Tahun 2008 Pemkot memfasilitasi Program Replikasi PNPM Mandiri Perkotaan yang berhasil membangun kelembagaan BKM dan menyusun dokumen PJM Pronangkis di kelurahan tersebut. Pada tahun 2009 Kota Pekalongan mendapat 2 lokasi Pilot Project Neighbourhood Development atau PLP-BK yakni untuk Kraton Kidul dan Kramatsari. "Terakhir, tahun 2012 kemarin Pemkot mengembangkan kemanfaatan PLP-BK dengan lokasi di Yosorejo, Dekoro dan Krapyak Lor," katanya. (Tubagus MS)




Terkomentari

    Agenda